HAI HAI HI,
Apa kabar sobat?. Semoga tetap dalam keadaan santuy dan baik-baik ajah ya. Nah,
kali ini kita akan membahas materi kimia lagi ni.
Apa
ya?
Mimin
kasih tau ya, materi TABEL PERIODIK.
Yuk, belajar bareng mimin dan kita kupas ya.
A.Sejarah Tabel Periodik
Ilmu
kimia adalah ilmu yang cukup abstrak. Oleh karena itu, perlu adanya fakta dari
pengamatan dan laboratorium. Jika pada tahun 1789 Lavoiser mencatat adanya 26
unsur,
pada
tahun 1870 dikenal dengan 60 unsur, dan kini sudah lebih dari 100 unsur.
B. Daftar
Dobereiner Dan Newlands
1. Triade Dobereiner.
Pada
permulaan abad ke-19 setelah teori atom Dalton disebarluaskan, massa atom
relatif
(berat atom) merupakan sifat yang digunakan untuk membedakan suatu unsur dari
unsur
yang lain. Adalah Johan W Dobereiner orang pertama yang menemukan adanya
hubungan
antara sifat unsur dan Massa atom relatif. Pada tahun 1817, Johan W Dobereiner
berhasil menemukan adanya kesesuaian atau
hubungan antara sifat unsur dan massa atom relatif.
|
Litium |
Kalsium |
Klor |
|
Natrium
|
Stronsium |
Brom |
|
Kalium
|
Barium |
Iod |
Kelompok
tiga unsur ini disebut dengan triade. Ia mengamati bahwa massa atom
relatif
brom 80 kira-kira sama dengan setengah dari jumlah massa atom relatif klor (35)
dan
Iod
(127). Massa atom relatif Br = 1/2 (35 + 127) = 81.
2. Hukum Oktaf Newlands
Pada tahun 1865 John Newlands
menemukan hubungan yang lain antara sifat unsur
dan massa atom relatif, sesuai dengan
hukumnya yang disebut “hukum oktaf”. Ia menyusun
unsur dalam kelompok tujuh unsur, dan
setiap unsur kedelapan mempunyai sifat mirip
dengan unsur pertama dari kelompok
sebelumnya (sama halnya dengan oktaf dalam nada
musik).
Li Be B C N O F
Na Mg Al Si P S Cl
K Ca Cr
Ti Mn Fe.
Meskipun ada hal yang tidak dapat
diterima misalnya seperti Cr tidak mirip dengan Al,
Mn tidak mirip dengan P, Fe tidak mirip
dengan S, tetapi usahanya telah menuju ke usaha
yang lebih mendekati dalam menyusun
daftar unsur.
B.
Daftar Mendeleyev
Setelah
penemuan dari Newlands, Lothar Meyer dan Dimitri Ivanovich Mendeleyev, seorang
sarjana yang berada pada tempat yang terpisah berhasil menemukan kesuaian
antara massa atom relatif dan sifat unsur. Meyer dalam pengamatannya lebih
memahami sifat-sifat sifika pada sistem keperiodikan sedangkan Mendelev pada
tahun 1869 telah berhasil menemukan dan menyusun 65 daftar unsur-unsur kimia.
Selain sifat fisika, ia juga memadukan sifat kimia untuk menyusun daftar
unsur-unsur tersebut sampai terciptalah sebuah hukum perodik dan juga merupakan
hasil perbaikan dari Newlands yang berbunyi:
1. Besarnya
selisih massa atom relatif dua unsur yang berurutan sekurang-kurangnya dua
satuan.
2. Bagi
unsur yang dikenal sebagai unsur transisi disediakan jalur khusus.
3. Beberapa
tempat dikosongkan untuk unsur-unsur yang belum ditemukan pada waktu
Itu yang mempunyai massa atom 44,
68, 72 dan 100.
4. Mengadakan
koreksi terhadap harga massa atom relatif yang dianggap tidak tepat
misalnya
massa atom relatif Cr bukan 43, 3 tetapi 52, 0.
5. Tanpa
ekperimen ia mengubah valensi boron dan alumunium dari 2 menjadi 3.
6. Ia meramal sifat unsur yang belum dikenal,
misalnya sifat-sifat ekasilikon (Ge).
a.
Kelebihan dari daftar Mendeleyev adalah :
1. Sifat
kimia dan sifat fisika unsur dalam satu golongan berubah secara teratur.
2. Valensi
tertinggi yang dapat dicapai oleh unsur-unsur dalam golongan sama dengan
nomor golongan unsur.
3. Sifat
Li mirip dengan sifat Mg.
4. Sifat Be mirip dengan sifat A
5. Sifat
B mirip dengan sifat Si.
6. Kemiripan
ini dikenal sebagai hubungan diagonal.
7. Perubahan
sifat yang mendadak dari unsur halogen yang sangat elektronegatif ke unsur
alkali yang sangat elektropositif menunjukan adanya sekelompok unsur yang
tidak bersifat elektronegatif maupun
elektropositif.
8. Mendeleyev
meramal sifat unsur yang belum ditemukan, yang akan mengisi tempat kosong dalam
daftar.
9. Daftar
ini tidak mengalami perubahan setelah ditemukan unsur-unsur gas mulia He, Ne,
Ar, Kr, Xe, Rn diantara tahun 1890-1900.
b. Kekurangan daftar Mendelev
adalah :
1. Panjang
periode tidak sama.
2. Beberapa
urutan unsur adalah terbalik jika ditinjau dari urutan bertambahnya massa
atom relatif (berat atom). Seperti
i.
Ar (39, 9) ditempatkan sebelum K (39,
1).
ii.
Co (58, 9) ditempatkan sebelum Ni (58,
7).
iii.
Te (127, 6) ditempatkan sebelum I (126,
9).
iv.
Th (232, 0) ditempatkan sebelum Pa
(231,0).
v.
U (238, 0) ditempatkan sebelum Np (237).
3. Triade
besi (Fe, Co, Ni), triade platina ringan (Ru, Rh, Pd) dan triade platina (Os,
Ir, Pt) dimasukan ke dalam golongan 8, 9 dan 10. Diantara unsur-unsur golongan
ini hanya Ru dan Os yang mempunyai valensi 8.
4. Selisisih massa atom relatif antara dua ansur
yang berurutan tidak teratur (berkisar antara-1 dan + 4) sehingga sukar untuk
meramalkan unsur-unsur yang belum ditemukan
5. Perubahan
sifat unsur dari elektronegatif melalui sifat lamban (inert) dari gas mulia ke
6. sifat
elektropositif, tidak dapat dijelaskan dengan bertambahnya massa atom relatif.
7. 6.
Unsur-unsur lantanoida yang terdiri dari 14 unsur dimasukan kedalam satu
golongan.
8. 7.
Besarnya valensi unsur yang lebih dari satu macam valensi, sukar diramal dari
9. kedudukannya
dalam sistem periodik.
10. 8.
Sifat anomali unsur pertama setiap golongan tidak ada hubunganya dengan massa
11. atom
relatif.
12. 9.
Jika daftar disusun berdasarkan atas massa atom relatif, maka isotop unsur yang
sama
13. harus
ditempatkan di golongan yang berbeda, sedangkan isobar seperti:
14. 10.
40Ar , 40k 40Ca harus masuk dalam satu golongan.
C.
Nomor Atom Dan Hukum Periodik
Pada
tahun 1915 Moseley yang bekerja di laboratorium Rutherford melakukan sejumlah
percobaan menggunakan berbagai logam sebagai anti katoda pada tabung sinar – X.
Frekuensi - frekuensi sinar x yang disebut dengan frekuensi karakteristtik
bergantung kepada macam-macam logam yang digunakan, Ia menemukan bahwa
frekuensi garis K dan L dari spektrum sinar-X yang karakteristik dinyatakan dengan
persamaan = a(z-b) dimana a dan b suatu tetapan perbandingan dan b tetapan yang
harganya sama, dan Z nomor atom. Moseley menyimpulkan bahwa ada perubahan yang
teratur dari energi sinar –X sesuai dengan perubahan nomor atom dan bukan massa
atom relatif. Dengan demikia hukum periodik Mendeleyev mengalami sedikit
revisi. Versi Modern hukum periodik berbunyi:
Sifat
unsur-unsur merupakan fungsi berkala dari nomor atom. Dalam sistem periodik
yang lengkap terdapat Lima pasang unsur, yang letaknya terbalik ditinjau dari
massa atom relatif yaitu: Ar-K Co-Ni Te-I Th – Pa dan U-Np.
D.
Sistem Periodik Modern
Daftar
asli Mendeleyev mengalami banyak perubahan namun masih terlihat pada sistem
periodik modern. Ada berbagai macam bentuk sistem periodik tetapi yang akan dibicarakan
disini adalah sistem periodik panjang. Daftar ini disusun berdasarkan atas konfigurasi
elektron dari atom unsur-unsur. Sifat unsur ada hubunganya dengan konfigurasi
elektron, hubungan ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Elektron-elektron tersusun dalam orbital.
2.
Hanya dua elektron saja yang dapat mengisi setiap orbital.
3.
Orbital-orbital dikelompokan dalam kulit.
4.
Hanya n2 orbital yang dapat mengisi kulit ke-n.
5.
Ada berbagai macam orbital dengan bentuk berbeda.
i.
Orbital –s; satu
orbital setiap kulit.
ii.
Orbital –p; tiga
orbital setiap kulit.
iii.
Orbital –d; lima orbital setiap kulit.
iv.
Orbital f; tujuh orbital setiap kulit.
6.
Elektron dibagian terluar dari atom yang paling menentukan sifat kimia,
elektron ini
disebut
dengan elektronvalensi. Reaksi kimia menyangkut elektron terluar.
7.
Unsur dalam suatu jalur vertikal mempunyai struktur elektronter luar yang sama.
Oleh
karena
itu mempunyai sifat kimia yang mirip, jalur ini disebut golongan.
8.
Pada umumnya dalam satu golongan sifat unsur berubah secara teratur.
9.
Selain itu ada perubahan teratur sifat kimia dalam suatu jalur horizontal dalam
sistem
periodik
jalur ini disebut dengan perioda.
Seperti
telah dijelaskan bahwa, sistem periodik panjang disusun berdasarkan atas
konfigurasi
elektron dari atom unsur-unsur sedangkan konfigurasi elektron ditentukan oleh
nomor
atom.
Dengan demikian dapat diungkapkan hukum
periodik yang lengkap sebagai berikut:
1.
Sifat unsur merupakan fungsi berkala dari nomor atom.
2.
Sifat unsur –unsur bergantung pada konfigurasi elektron.
1. Tabel Periodik Unsur (TPU)
Dalam Tabel Periodik Unsur (TPU)
modern unsur-unsur ditempatkan secara teratur
menurut naiknya nomor atom atau jumlah
proton. Ada beberapa model TPU namun yang
paling umum dijumpai adalah TPU bentuk
panjang, TPU ini menampilkan unsur-unsur
lantanoida (4f) dan aktinoida (5f)
masing-masing hanya dalam satu kotak dalam bayangbayang
golongan 3 dengan kelengkapan
keanggotaan seri ditempatkan secara terpisah di
bawah tubuh tabel. Hal ini dengan
pertimbangan bahwa unsur-unsur lantanoida dan
aktinoida Masing - masing menunjukan
kemiripan sifat-sifat kimiawi yang sangat dekat satu
sama lainya.

Gambar TPU bentuk panjang menurut rekomendasi IUPAC
(1997/2005)
2. Klasifikasi Unsur-unsur
Unsur-unsur
dalam setiap golongan memiliki sifat yang berbeda daripada golongan sebelumnya.
Banyak faktor yang mempengaruhi sifat fisik dan sifat kimia unsur-unsur
tersebut.
a. 1.Golongan
IA (Logam Alkali)
Golongan
logam alkali merupakan golongan dari logam yang aktif (paling aktif). Akibat kereaktifannya, unsur -unsur golongan
IA selalu ditemukan dalam bentuk
senyawanya di alam, dan tidak pernah ditemukan sebagai
unsur bebas.
2. Golongan IIA (Logam Alkali Tanah)
Logam alkali tanah atau di singkat IIA tergolong logam
yang aktif tapi kereaktifan-nya kurang jika di bandingkan dengan logam alkali
seperiode. Dan hanya akan bisa terbakar di udara bila dipanaskan, tapi
terkecuali dengan berelium karena logam alkali tanah hanya larut dalam air. Dan
digunakan sebagai obat maag dalam kesehatan.
3. Golongan VIIA (Halogen)
Unsur-unsur
halogen terdapat pada golongan VIIA
sistem periodik unsur, sehingga memiliki 7 elektron valensi. Unsur-unsur
halogen akan menangkap 1 elektron untuk mencapai kestabilan. Hal ini
menyebabkan unsur-unsur halogen menjadi sangat reaktif sehingga tidak dapat
ditemukan dalam keadaan bebas dialam.
4. Golongan VIIIA (Gas Mulia)
Lalu unsur dari golongan VIIIA, yaitu helium, Neon,
Argon, Kripton, Xenon, dan sangat susah bereaksi dengan unsur yang lainnya.
Dan, di dalamnya tidak dapat ditemukan satupun senyawa alami dari
unsur-unsurnya.
5.Karbon,
Nitrogen dan Oksigen
- Karbon memiliki beberapa jenis alotrop, yang paling
terkenal adalah grafit, intan dan karbon amorf.
-Nitrogen biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna,
tanpa bau, tanpa rasa dan sulit bereaksi dengan unsur lain.
-Oksigen merupakan unsur yang mudah bereaksi dengan
hampir semua unsur lainnya.
6. Golongan B (Unsur Transisi)
Unsur pada transisi atau unsur peralihan ialah unsur-unsur yang terdapat di bagian
tengah sistem periodik unsur yaitu unsur-unsur golongan tambahan (golongan B).
7. Unsur- Unsur
Radioaktif
Atom terdiri dari inti atom dan elektron yang
mengitarinya. Reaksi yang melibatkan inti disebut reaksi inti atom seperti
reaksi nuklir. Reaksi ini bisa spontan dan tidak spontan. Unsur yang tidak
stabil keadaan intinya disebut unsur radioaktif. Semua isotop yang bernomor
atom diatas 83 intinya tidak stabil sehingga isotop ini bersifat radioatif.
Unsur ini dapat terurai menjadi tiga berkas sinar yaitu sinar α, β dan γ.
Walaupun unsur ini bersifat radioaktif, ia memiliki banyak fungsi di bidang
kedokteran, pertanian, industri, hidrologi dan lain-lain.
Wah udah selesai ni pembahasan kita
mengenai tabel periodik. Yuk, pahami dan baca baik-baik materinya. Jika ada
yang ingin ditanyakan silahkan ajukan di komentar ya.
SEE YOU FRIENDS............
Referensi :
Buku Kimia SMA
Sudaryat,
Y., 2016. Kimia Dasar. Jakarta :
Badan pengembangan dan Pemberdayaan Sumber
Daya Manusia Kesehatan
yuniseka.wordpress.com




