ALKALI (GOLONGAN 1A)
Sumber gambar : blog.ruangguru.com
A.
Pengertian
Logam Alkali ( IA)
·
Golongan logam alkali merupakan golongan
dari logam yang aktif (paling aktif). Logam-logam tersebut memiliki energi
ionisasi yang rendah, potensi elektrodenya besar dan negatif dan sebagainya.
·
Unsur-unsur
golongan IA yang di kenal sebagai logam alkali merupakan unsur logam yang
reaktif, dapat melepaskan elektron valensi pada kulit ns1 dan
membentuk senyawadengan bilangan oksidasi +1. Senyawa utamanya adalah ionik dan
larut dalam air.
B.
Keberadaan
dalam Alam
Akibat kereaktifannya, unsur -unsur golongan
IA selalu ditemukan dalam bentuk
senyawanya di alam, dan tidak pernah ditemukan sebagai
unsur bebas.
·
Natrium
dan kalium terdapat secara berlimpah dalam bantuan kulit bumi. Batuan-batuan
tersusun dari mineral alumininosilikat yang tidak larut, yaitu suatu zat
mengandung silikon, aluminium, dan oksigen dengan ion positif seperti Na+ dan K+.
·
Logam alkali lain selain fransium
diperoleh terutama dari mineral aluminosilikat. Litium terdapat dalam bentuk
spodumen, LiAL(SIO), suatu mineral aluminosilikat yang terdapat di beberapa
wilayah di bumi.
·
Cesium diperoleh dari mineral
aluminosilikat.
·
Rubidium terdapat sebagai pengotor dalam
banyak mineral meliputi polusit.
·
Fransium jarang ditemukan, karena
termasuk unsur radioaktif.
C.
Sifat-sifat
dari Logam Alkali
|
No |
Sifat-sifat |
Logam Alkali |
|||||||
|
Li |
Na |
K |
Rb |
Cs |
|||||
|
1. |
Jari-jari logam, pm |
155 |
190 |
235 |
248 |
267 |
|||
|
2. |
Jari-jari ion, pm |
60 |
95 |
133 |
148 |
169 |
|||
|
3. |
Rapatan muatan ion |
+ 1,67 |
+1,05 |
+0,75 |
+0,68 |
+0,59 |
|||
|
4. |
Energi Sublimasi,kj/mol |
155 |
109 |
90 |
86 |
79 |
|||
|
5. |
Energi ionisas, kj/mol |
520 |
496 |
419 |
403 |
376 |
|||
|
6. |
Energi Hidrasi |
-506 |
-397 |
-318 |
-289 |
-259 |
|||
|
7. |
∑(∆hsub+∆hionis+∆hhidr) |
169 |
208 |
191 |
200 |
196 |
|||
|
8. |
Potensial Elektroda |
-3,045 |
-2,714 |
-2,925 |
-2,925 |
-2,923 |
|||
|
9. |
Titik leleh,°C |
181 |
97,8 |
63,6 |
38,9 |
28,4 |
|||
|
10. |
Titik didih,°C |
1347 |
883 |
774 |
688 |
678 |
|||
|
11. |
Kerapatan ,g/cm |
0,53 |
0,97 |
0,86 |
1,53 |
1,88 |
|||
|
12. |
Keelektronegatifan |
1,00 |
0,90 |
0,80 |
0,80 |
0,70 |
|||
|
13. |
Warna Nyala |
Merah Tua |
Kuning |
Violet |
Merah biru |
Biru |
|||
|
14. |
Daya hantar listrik |
17,4 |
35,2 |
23,1 |
13,0 |
8,1 |
|||
D.Reaksi-reaksi yang melibatkan
logam alkali
Semua logam alkali secara kimia bersifat sangat
reaktif. Logam- logam tersebut merupakan zat pereduksi yang kuat. . Dengan
mempertimbangkan keelektronegatifan yang rendah dari logam alkali, hal tersebut
menunjukkan bahwa logam tersebut cenderung membentuk senyawa ionik.
Adapun beberapa reaksi yang terjadi adalah:
1. Reaksi dengan air (H2O)
Semua logam
alkali bereaksi dengan air menghasilkan basa dan gas hidrogen. Logam alkali
selain mudah bereaksi dengan air tetapi juga menghasilkan api atau ledakan.
Contohnya : 2Na(s)+ H2O(l)→NaOH(aq) + H2(g)
2. Reaksi
alkali dengan Oksigen (O2)
Logam alkali ketika bereaksi dengan gas oksigen akan menghasilkan Oksida
(M2O), peroksida ( M2O2) dan superoksida ( MO2)
Contohnya: 4Li(s) + O2(g) => 2Li2O
Jika
oksigen berlebih Natrium akan membentuk peroksida, sedangkan kalium, rubidium
dan sesium akan membentuk superoksida.
Beberapa oksida logam alkali
|
Rumus
Umum |
Nama |
Contoh
Oksida |
|
M2O |
Oksida
|
Li2O,Na2O |
|
M2O2 |
Peroksida |
Na2O2 |
|
MO2 |
Superoksida |
KO2 , RbO2 , CsO2 |
3. Reaksi dengan Hidrogen ( H2)
Reaksi ini
ketika dipanasakan akan menghasilkan senyawa hibrida.
Contoh : 2Na(s)+ H2(g)→2NaH(s)
4. Reaksi
dengan Halogen
Reaksi antara logam alkali akan menghasilkan garam halida
Contohnya : 2Li(s) + Cl2(g) => 2LiCl(s)
Natrium
cair terbakar dalam gas klor menghasilkan nyala kuning
Oleh karena kereaktifannya dalam udara maupun uap
air, logam alkali harus disimpan dalam cairan yang innert, seperti kerosin atau
dalam gas innert lain. Logam tersebut harus diperlakukan menggunakan pinset,
sebab dapat bereaksi dengan uap air yang terdapat pada tangan kita menghasilkan
nyala (dari hidroksida logam alkali dan kalor reaksi).
E.
Pembuatan Unsur
·
Logam natrium
dan litium mudah dibuat dengan cara mengelektrolisis garamnya. Logam natrium
pertama kali diisolasi pada tahun 1807 oleh Humpry Davy, dengan
mengelektrolisis lelehan natrium hidroksida. Cara ini merupakan metode
pembuatan utama logam natrium di industri. Saat ini natrium diproduksi melalui
elektrolisis lelehan dar campuran natrium klorida-kalsium klorida dalam sel
elektrolisis. Kalsium klorida ditambahkan dengan maksud untuk menurunkan titik
leleh sampai sekitar 580°C dari 880°C.
·
Litium
diperoleh dari elektrolisis lelehan campuran LiCI-KCI
·
Kalium lebih
mudah dibuat dengan cara reduksi biasa daripada melalui elektrolisis garam
klorida, Untuk proses komersial, lelehan kalium klorida direaksikan dengan
logam natrium pada 870°C, persamaannya:
Na(l) + KCL →
NaCL(l) + K(g)
·
Logam alkali
lain, seperti rubidium dan cesium juga dibuat melalui reduksi garamnya. Contoh-
nya, jika lelehan CsCl dipanaskan pada 700°C sampai 800°C bersama-sama logam
kalsium pada tekanan rendah, uap cesium yang terbentuk akan meninggalkan
campuran reaksi. Persamaan kimianya adalah sebagai berikut.
2CsCl(l) + Ca(l) →CaCl2(l) + 2Cs(g)
F.
Kegunaan Logam Alkali
1. Natrium
Oleh karena natrium merupakan zat
pereduksi yang kuat, logam natrium sering digunakan pada pembuatan logam lain
seperti titan dan dalam pembuatan senyawa organik. Sejumlah kecil natrium
digunakan untuk lampu uap natrium berwarna kuning, seperti yang digunakan pada
penerang jalan raya. Natrium juga dingunakan sebagai zat penghantar kalor,
misalnya dalam reactor nuklir.
Adapun beberapa kegunaan
lainnya adalah :
·
Dalam pembuatan tetraetillead (TEL), (C2H5)4Pb
·
Sebagai zat aditif pada bahan bakar
bensin
·
Untuk mengendalikan ketukan (knocking)
mesin
·
Paduan Na-Pb bereaksi dengan
etilklorida, C2H5Cl membentuk tetraetillead. Kegunaan
natrium pada proses ini adalah untuk mengurangi peranan timbal dalam bensin
setahap demi setahap.
·
Sejumlah besar natrium digunakan dalam
pembuatan senyawa natrium tertentu, seperti natrium peroksida, Na2O2,
dan natrium amida, NaNH2.
2. Litium
Adapun beberapa
kegunaannya adalah :
·
Digunakan
untuk membuat kerangka pesawat terbang.
·
Sebagai anoda
pada baterai
·
Dapat
digunakan sebagai sumber energi listrik
3. Kalium
Adapun beberapa
kegunaannya adalah :
·
Sejumlah kecil
kalium diproduksi terutama untuk membuat kalium superoksida
·
KO2
yang digunakan dalam masker gas. Masker gas dikemas dalam sistem tertutup,
dimana udara disirkulasi melalui kaleng KO2, Oksigen dilepaskan
ketika uap hasil pernapasan bereaksi dengan superoksida.
4.
Rubidium (Rb) dan Cesium (Cs) digunakan
sebagai permukaan peka cahaya dalam sel fotolistrik yang dapat mengubah cahaya
menjadi listrik.
G.Kegunaan senyawa logam alkali
Adapun
beberapa kegunaan dari senyawa logam akali adalah:
·
Litium
hidroksida (LiOH ) digunakan dalam industri sabun litium untuk digunakan
sebagai minyak pelumas.
·
Sejumlah besar NaOH digunaka untuk
membuat kertas, memisahkan aluminius oksida dari bijihnya, dan untuk
penyulingan minyak bumi.
·
Natrium karbonat adalah senyawa natrium
penting lainnya. Senyawa Na2CO3 tak berhidrat dinamakan soda ash, yang sering digunakan
dalam pembuatan gelas. Natrium karbonat berhidrat, Na2CO3
10H2O dinamakan soda pencuci, digunakan sebagai pelunak ait yang
ditambahkan ke dalam pembuatan sabun.
·
Natrium karbonat juga dibuat melalui
proses solvay, suatu metode industri untuk memperoleh natrium karbonat dari
natrium klorida, amonia dan karbon dioksida.
·
Kalium klorida merupakan senyawa kalium
yang penting. Lebih dari 90% KCl digunakan sebagai pupuk pertanian, sebab ion
kalium berfungsi sebagai nutrien bagi tanaman. Secara berkala, KCl digunakan
untuk membuat kalium dan senyawa kalium lainnya. Kalium hidroksida diperoleh
dari elektrolisis larutan KCI.
·
lon-ion logam allkali sangat berperan
penting dalam fungsi-fungsi umum sistem biologi, seperti otot dan saraf. Ion Na+
dan ion K+ terdapat pad semua cairan tubuh dan sel. Dalam plasma
darah.
Reaksi dari logam alkali dengan oksigen :
2Na (s) +
O2 (g) → Na2O2 (s)
2K (s) +
1/2 O2 (g) →K2O (s)
Rb(s) + O2(g) -->
RbO2(s)
Cs(s) +
O2(g) --> CsO2(s)
Jawaban Cessya :
1. Karena apabila di gunakan larutan
garam alkali maka yang direduksi di katoda bukan logam alkalinya tetapi air
karena potensial reduksi (E°) air lebih besar daripada E° logam alkali sehingga
apabila larutan garam alkali di elektrolisis maka tidak akan dihasilkan logam
nya karena ion logam alkali tidak mengalami reduksi di katoda.
Oleh karena itu untuk mendapatkan logam alkali harus
dari lelehannya karena lelehan garam alkali tidak mengandung air, sehingga ion
logam alkali dapat direduksi di katoda dan terbentuk logam alkali
2. Reaksi dari logam alkali dengan oksigen :
2Na (s) +
O2 (g) → Na2O2 (s)
2K (s) + O2 (g) →K2O2
(s)
Rb(s) + O2(g) -->
RbO2(s)
Cs(s) + O2(g) -->
CsO2(s)
3. Mohon maaf sebelumnya terdapat pengurangan
dari pengetikan materi mengenai
keberadaan alam logam alkali. Jadi, yang benarnya adalah Akibat kereaktifannya, unsur -unsur golongan
IA selalu ditemukan dalam bentuk
senyawanya di alam, dan tidak pernah ditemukan sebagai
unsur bebas.
·
Natrium
dan kalium terdapat secara berlimpah dalam bantuan kulit bumi. Batuan-batuan
tersusun dari mineral alumininosilikat yang tidak larut, yaitu suatu zat
mengandung silikon, aluminium, dan oksigen dengan ion positif seperti Na+ dan K+.
·
Logam alkali lain selain fransium
diperoleh terutama dari mineral aluminosilikat. Litium terdapat dalam bentuk
spodumen, LiAL(SIO), suatu mineral aluminosilikat yang terdapat di beberapa
wilayah di bumi.
·
Cesium diperoleh dari mineral aluminosilikat.
·
Rubidium terdapat sebagai pengotor dalam
banyak mineral meliputi polusit.
·
Fransium jarang ditemukan, karena
termasuk unsur radioaktif.

No comments:
Post a Comment