Apa kabar sobat?. Semoga tetap dalam keadaan santuy
dan baik-baik ajah ya. Nah, kali ini kita akan membahas materi kimia lagi ni.
Apa ya?
Mimin kasih tau ya, materi STRUKTUR ATOM DAN SISTEM
PERIODIK. Yuk, belajar bareng mimin dan kita kupas ya.
A. Struktur Atom
Akhir abad 18 dan permulaan abad ke 19 dalam studi
kuantitatif reaksi kimia ditemukan sejumlah hukum yang dikenal sebagai hukum-hukum
persenyawaan kimia atau hukum-hukum pokok reaksi kimia. Hukum-hukum ini
termasuk hukum kekekalan masa (Lomosonov dan Lavoiser, 1774), Hukum perbandingan
tetap Proust 1797 dan Hukum kelipatan Dalton 1803, dalam usahanya untuk menerangkan
hukum-hukum tersebut pada permulaan abad ke 9 yaitu disekitar 1803 Dalton mengemukakan
hipotesis bahwa zat tidak bersifat kontinu, melainkan terdiri atas
partikel-partikel kecil yang disebut atom.
Mengenai atom itu sendiri, Dalton menganggapnya
sebagai bola kaku yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi partikel-partikel
yang lebih kecil. Pandangan ini ternyata tidak benar. Telah ditemukan sejumlah
partikel sub atom terdiri hanya 3 partikel yaitu elektron, proton dan neutron
yang memegang peranan dalam menjelaskan sifat-sifat kimia.
a. Elektron
Penemuan
elektron diawali dengan pembuatan tabung sinar katoda oleh J Plucker (1855)
yang dipelajari lebih lanjut oleh W.Crookes, (1875) dan J.J Thomson (1879)
dibuktikan bahwa sinar yang kehijau-hijauan itu dipancarkan dari katoda.
Sinar
ini disebut sinar katoda, setelah diteliti secara mendalam dapat dicatat
sifat-sifat sebagai berikut:
·
Sinar itu berasal dari katoda yang
bergerak menurut garis lurus.
·
Sinar katoda bermuatan negatif. Hal ini
dibuktikan dari fakta bahwa sinar ini tertarik oleh pelat bermuatan positif dan
dibelokan oleh medan magnit.
·
Sinar katoda memiliki momentum oleh
karena itu mempunyai massa, hingga dapat menggerakan baling- baling yang
terdapat dalam tabung.
·
Sifat-sifat diatas tidak bergantung pada
bahan yang digunakan untuk membuat katoda, pada sisa gas dalam tabung, dan pada
kawat penghubung katoda serta bahan alat penghasil arus.
Pada
tahun 1891 Stoney mengusulkan nama elektron untuk satuan listrik dan kini
partikel sinar katoda disebut elektron.
1.Penentuan perbandingan muatan dan
Massa elektron

Gambar alat penentuan
e/m
Bagan
alat yang digunakan Thomson untuk penentuan e/m dengan medan listrik elektron
jatuh pada A. Elektron yang berasal dari katoda C melewati celah S sebagai
berkas sinar sinar sempit dan bergerak dalam tabung hampa udara sepanjang SO
menghasilkan titik terang pada O. Kedua kutub elektromagnetik diujung p1 dan p2
menghasilkan medan magnet berkekuatan gaya BeV mempengaruhi elektron yang
bergerak. Dengan memberikan muatan listrik pada pelat P terbentuk medan listrik
yang dapat diatur hingga tegak lurus pada berkas sinar katoda dan medan magnet.
2.Penentuan muatan elektron ( Percobaan
tetes –Minyak Millikan)

Gambar alat tetes minyak milikan
Minyak
disemprot dengan penyemprot A sehingga satu tetes minyak jatuh pada pelat P
melalui lubang kecil. Jika udara di antara kedua plat P disinari dengan sinar
–X maka molekul udara D melepaskan elektron. Elektron yang dilepaskan ditangkap
oleh tetes minyak. Dengan mengatur potensial pada pelat P, gerakan tetes minyak
dapat diatur turun atau naik dan gerakan ini diamati dengan teleskop.
3. Penemuan massa elektron
Dari
percobaan J.J Thomson (penentuan muatan/massa elektron) dan percobaan Millikan
(pecobaan tetes minyak / penentuan muatan elektron) dapat dihitung massa elektron
menggunakan rumus.
M
= e / e.m =
= 9, 11 x 10-28 g
b. Proton
Oleh
karena elektron merupakan partikel dasar dari materi yang terdiri atas atom, maka
suatu sumber materi dapat juga menghasilkan atom yang mempunyai muatan positif (ion
positif). Hal ini telah dipelajari oleh Goldstein pada tahun 1886 ia menemukan
sinar positif dalam tabung sinar katoda dibalik katoda yang berlubang. Sinar
ini disebut sinar terusan.

Gambar Tabung katoda
Ada
dua perbedaan penting antara perbandingan e/m bagi ion positif dan bagi
elektron:
·
Perbandingan muatan/massa untuk ion
positif berbeda jika gas dalam tabung berbeda. Pada pengukuran e/m untuk
elektron diperoleh harga yang sama dari berbagai gas apapun yang terdapat
didalamnya.
·
Harga muatan/massa untuk ion positif
jauh lebih kecil dari harga untuk elektron, fakta ini menunjukan bahwa ion
positif terbentuk dari gas yang terdapat dalam tabung, dan massanya lebih besar
dari elektron.
c. Neutron
Rutherford
pada tahun 1920 meramalkan bahwa kemungkinan besar dalam inti terdapat partikel
dasar yang tidak bermuatan, akan tetapi sifatnya yang netral sukar dideteksi,
baru pada tahun 1932 J.Chadwik dapat menemukan partikel tersebut yang kemudian
dikenal sebagai netron.
d. Sinar-X dan Nomor Atom
Sinar
–X ditemukan oleh William Rontgen pada tahun 1895, ia menemukan bahwa bila elektron
berenergi dalam tabung bertabrakan dengan anti katoda, akan dihasilkan radiasi yang
daya tembusnya besar. Sinar ini yang disebut dengan sinar –X . pada umumnya
sinar –X terdiri dari sinar dengan berbagai panjang gelombang yang berkisar
kira-kira antara 100 dan
1
A. Charles Barkla (1911) mengamati bahwa bila sinar –X jatuh pada suatu zat,
dapat terbentuk sinar–X sekunder dengan berbagai macam panjang gelombang yang
khas. Sinar –
X
terdiri dari beberapa macam sinar yang dapat digolongkan dalam beberapa
kelompok sinar: Sinar-K, sinar-L, dan Sinar –M. Sinar-K mempunyai panjang
gelombang yang relatif kecil, dibandingkan dengan sinar-L atau sinar –M. Oleh
karena daya tembusnya besar sekali maka sinar –K disebut sinar ‘keras”.
e. Keradioaktifan
Peristiwa
keradioaktifan bermula ditemukan oleh Henry Becquerel pada tahun 1886 yang
bermula dari peristiwa fluoresensi dan fosforesensi. Peristiwa fluoresensi
adalah peristiwa pemancaran sinar oleh suatu zat yang disinari dengan radiasi
lain. Fosforesensi adalah bersinarnya suatu zat yang setelah disinari.
Sinar-alfa ( α) radiasi ini terdiri dari arus partikel
alfa. Partikel alfa tidak lain adalah inti
Helium berkecepatan tinggi antara 1,3
dan 2,1 x 107 ms-1. Sinar –beta (β) Partikel –β adalah elektron
berkecepatan tinggi yang dipancarkan dari inti. Sinar beta menembus lempeng
alumunium sedalam 2 sampai 3 mm. Sinar- gama (γ) . radiasi sinar gama
(γ) bersifat elektromagnetik dan tidak dibelokkan oleh baik medan listrik
maupun medan magnet. Sinar gama memiliki energi yang besar, panjang gelombang
sangat kecil dan daya tembus besar.
f.
Spektrum Atom Hidrogen
Setiap
zat jika dipanaskan atau dieksitasi dengan listrik dapat memberikan spektrum
khas dengan memancarkan energi radiasi. Spektrum yang diperoleh dengan cara ini
disebut spektrum emisi. Hidrogen merupakan unsur yang sederhana hanya tersusun
satu proton dan satu elektron setiap atomnya, karena spektrum atom bersifat khas
bagi atom yang bersangkutan adalah beralasan bila muncul dugaan adanya hubungan
yang mendasar antara spektrum atom dengan distribusi elektron disekeliling inti
atom yang bersangkutan. Spektrum
emisi
atom hidrogen bebas dalam keadaan tereksitasi ternyata terdiri atas beberapa
set garis garis spektrum yaitu satu set dalam daerah uv ( ultra violet), satu
set daerah tanpak (visible) dan beberapa set dalam infra merah (IR, infra red)
dari spektrum elektromagnetik.
g. Teori Kuantum
Einstein
menerangkan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel foton yang energinya sebanding
dengan frekuensi cahaya. Jika frekuensinya rendah, setiap foton mempunyai
jumlah energi yang sangat sedikit dan tidak mampu memukul elektron agar dapat keluar
dari
permukaan
logam. Jika frekuensi (dan energi) bertambah, maka foton memperoleh energi
yang
cukup untuk melepaskan elektron.
h. Efek Fotolistrik
Efek
fotolistrik membutuhkan foton dengan energi dari beberapa elektron volts sampai
lebih dari 1 MeV unsur yang nomor atomnya tinggi. Studi efek fotolistrik menyebabkan
langkah-langkah penting dalam memahami sifat kuantum cahaya, elektron dan
mempengaruhi pembentukan konsep Dualitas gelombang-partikel.
i. Model Atom Bohr
Untuk
mengatasi hal ini dan kesulitan-kesulitan lainnya dalam menjelaskan gerak elektron
di dalam atom, Niels Bohr mengusulkan, pada 1913, apa yang sekarang disebut model
atom Bohr yang bertitik tolak dari model atom Rutherford dan teori kuantum
Planckberdasarkan anggapan sebagai berikut:
·
Elektron bergerak mengelilingi inti atom
dalam lintasan atau orbit yang berbentuk lingkaran.
·
Lintasan yang diperlukan adalah lintasan
dimana momentum sudut elektron merupakan kelipatan dari dimana h adalah tetapan
Planck, lintasan ini disebut“lintasan kuantum”.
·
Karena momentum sudut elektron (massa =
m) yang bergerak dengan kecepatan v
dalam
lintasan dan jari-jari r adalah mvr maka, mvr = n ( n = 1,2,3………..).
·
Bila elektron bergerak dalam satu
lintasan kuatumnya, maka elektron tidak akan memancarkan energi. Elektron dalam
lintasan ini berada dalam keadaan stasioner atau dalam tingkat
energi tertentu.
·
Bila elektron pindah dari tingkat energi
E1 ketingkat energi yang lebih rendah E2 maka akan terjadi radiasi energi
sebanyak E1
– E2 = h v. Dimana v = frekuensi energi
j. Mekanika Gelombang
Teori
yang dianut sekarang untuk menjelaskan sifat-sifat elektron dalam atom disebut mekanika gelombang yang
bersumber dari hipotesis yang dikemukakan oleh Louis de Broglie pada tahun
1924. Dia menganggap bahwa cahaya dapat berprilaku sebagai partikel pada
keadaan tertentu, kemungkinan berbentuk partikel suatu waktu, yang
memperlihatkan
sifat-sifat
yang biasanya kita asosiasikan sebagai gelombang.
k.Sifat Gelombang Partikel
Ada
beberapa sejumlah asumsi yang merupakan dasar pengembangan teori kuantum
dapat
dirumuskan sebagai berikut:
·
Atom-atom berkelakuan sebagai osilator,
menghasilkan gelombang elektromagnetik
dengan frekuensi gelombang yang
karakteristik bagi atom yang bersangkutan.
·
Energi tidak dibawa oleh gelombang itu
sendiri melainkan oleh foton yang kecepatan alir diberikan oleh intensitas
gelombang yang bersangkutan.
·
Kecepatan pancaran gelombang oleh
osilator-osilator menntukan peluang pancaran
foton oleh sumbernya.
l. Gelombang dan Bilangan Kuantum
Pada
tahun 1926, Erwin Schrodinger (1887-1961) menggunakan perhitungan matematika
untuk menyelidiki gelombang berdiri atom hidrogen dan memulai studidibidang
yang disebut mekanika
gelombang atau mekanika kuantum. Menurut mekanika
gelombang, setiap tingkat energi dalam atom diasosiasikan dengan satu atau
lebih orbital. Dalam atom yang mengandung lebih dari satu elektron, distribusi elektron
sekeliling inti ditentukan oleh jumlah dan bentuk orbital yang mendudukinya.
m. Konfigurasi Elektron Unsur
Cara
elektron terdistribusi diantara orbital dari suatu atom disebut struktur atom atau
konfigurasi atom atom
tersebut. dalam keadaan dasar suatu atom, elektron dijumpai dalam keadaan
energi yang paling rendah. Misalnya dalam hidrogen elektron tunggal akan
terletak dalam sub kulit 1s karena dalam tingkat ini elektron mempunyai energi
yang paling rendah.
B. Sistem Periodik
Ilmu kimia merupakan ilmu yang berdasarkan
percobaan. Fakta sebagai hasil pengamatan yang disusun dan diklasifikasikan
sehingga mudah dalam melihat, keteraturan, memahami, dan menjelaskanya. Jika
pada tahun 1789 Lavoiser mencatat adanya 26 unsur, pada tahun 1870 dikenal
dengan 60 unsur, dan kini sudah lebih dari 100 unsur. Dimulai dari daftar Dobereiner Dan Newlands, Mendeleyev dan
sistem periodik modern.
Sistem periodik panjang disusun berdasarkan atas
konfigurasi elektron dari atom unsur-unsur sedangkan konfigurasi elektron
ditentukan oleh nomor atom. Dengan demikian dapat diungkapkan hukum periodik
yang lengkap sebagai berikut:
1.
Sifat unsur merupakan fungsi berkala dari nomor atom.
2.
Sifat unsur –unsur bergantung pada konfigurasi elektron.
1. Tabel Periodik Unsur (TPU)
Dalam Tabel Periodik Unsur (TPU) modern unsur-unsur
ditempatkan secara teratur menurut naiknya nomor atom atau jumlah proton. Ada
beberapa model TPU namun yang paling umum dijumpai adalah TPU bentuk panjang, TPU
ini menampilkan unsur-unsur lantanoida (4f) dan aktinoida (5f) masing-masing
hanya dalam satu kotak dalam bayang-bayang golongan 3 dengan kelengkapan
keanggotaan seri ditempatkan secara terpisah di bawah tubuh tabel.
Golongan 1, 2, 13 dan 18 disebut sebagai golongan
utama yang terdiri atas kelompok s dan kelompok p; golongan 1 dan 2 sering
dikenal dengan nama khusus alkali dan alkali tanah, sedangkan golongan 13-16
sering diberi nama sesuai anggota pertama golongan yang bersangkutan. Sedangkan
golongan 3-12 (golongan B menurut Amerika utara) sering disebut
sebagai
golongan transisi atau kelompok d dan transisi dalam atau kelompok f. Pengelompokkan
dengan label orbital ini (s ,p, d dan f) menunjuk pada pengisian elektron terakhir
terhadap orbital tersebut bagi atom unsur yang bersangkutan dalam membangun
konfigurasi
elektron menurut prinsif Aufbau.
Dengan
demikian hubungan antara nomor atom dengan letaknya dalam Tabel periodik dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. Atom
unsur dengan konfigurasi elektron [gas mulia] ns1 dan (gas mulia) ns2 masing-masing terletak
dalam golongan 1 (alkali) dan 2 (alkali tanah): jadi dalam hal ini elektron
kulit terluar menunjukan nomor golonganya: atom unsur demikian ini sering disebut
kelompok s.
b. Atom
unsur transisi dengan konfigurasi elektron [gas mulia] ( n-1)dx nsy (y=1-2),
nomor golongannya sesuai dengan jumlah “elektron terluar” nya yakni (x+y)
= 3-12; Atom unsur ini sering disebut sebagai golongan transisi atau
kelompok d,
yakni golongan 3- 12; akan tetapi golongan 12 sering dikeluarkan dari
golongan “transisi” dan disebut sebagai psedo gas mulia, sebab orbital d10 sudah penuh
dan tidak berperan menentukan sifat - sifat kimianya, sebagai golongan
transisi.
c. Atom
dengan konfigurasi elektronik [gas mulia] ns2 n px (x= 1 - 6), maupun gas [gas mulia]
(n- 1) d10 n
s2 n px (x = 1 - 6)
terletak dalam golongan (10 +2 +x): atom unsur ini sering disebut sebagai
kelompok p, yakni
golongan 13-18.
d. Nomor
periode ditunjukan oleh nilai n tertinggi yang dihuni oleh elektron
dalam konfigurasi elektroniknya.
2. Klasifikasi Unsur- Unsur dalam
Tabel Periodik
Unsur
- unsur dapat diklasifikasikan dengan banyak cara, yang paling tegas adalah
atas dasar wujud pada keadaan Standard ambient Tempperature and Pressure (SATP)
yakni pada 250C, 100 kpa. Atas dasar SATP unsur-unsur dapat dibedakan dalam
wujud gas, cair dan padat. Wujud gas diantaranya hidrogen, nitrogen, oksigen,
fluor, klor, dan gas mulia, wujud
cair
diantara nya hanya ada dua unsur yaitu, bromin dan merquri dan sisanya wujud
padat. Wujud fisik ini banyak memberikan aspek kimianya.
a.Unsur-unsur Inert (gol 18)
Kelompok
oksigen ini yang sering disebut juga unsur-unsur gas mulia (noble gas) terdiri atas
2 He, 10 Ne, 18 Ar, 36 Kr, 54Xe, dan 86Rn. Unsur-unsur inert ini juga sering
disebut sebagai golongan nol, karena sifat kesetabilan yang tinggi atau M8 (
utama), namun menurut IUPAC diklasifikasikan sebagai golongan 18. konfigurasi
elektron unsur-unsur gas mulia dianggap sudah penuh, dan oleh karenanya dipakai
standar untuk menyatakan penuh atau tidak penuhnya konfigurasi elektron
kelompok unsur-unsur lain.
b. Kelompok
unsur-unsur “utama”
Unsur-unsur
golongan utama atau refresentatif ditandai oleh konfigurasi elektron tidak penuh
pada satu kulit terluar, ns1, ns2,np(0-5), Unsur-unsur 30Zn, 48Cd, 80Hg,
masing-masing mempunyai konfigurasi elektron [18Ar] 3d10 4s2, [36Kr] 3d10 5s2
dan [54Xe] 4f14 5d10 6s2.
c. Kelompok unsur transisi.
Batasan
mengenai unsur transisi masih sering diperdebatkan. Dari satu sisi, unsurunsur transisi
mencakup seluruh unsur-unsur dengan orbital nd (1-10) sedang “diisi” elektron menurut
prinsip Aufbau. Secara umum, batasan ini memberikan karakteristik konfigurasi elektron…..
(n-1) d (1-10) ns (1-2), dan dengan demikian unsur-unsur dengan konfigurasi elektron…………..
(n-1) d 10 ns-2, yaitu Zn, Cd dan Hg termasuk didalamnya.
d. Sifat-sifat Perioditas
Salah
satu manfaat pemetaan unsur - unsur didalam TPU adalah pemahaman sifat-sifat kimiawi
baik bagi unsur-unsur dalam posisi periode maupun dalam golongan. Sifat-sifat
ini, misalnya yang berkaitan dengan jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas
elektron, dan elektronegativitas, selain itu sifat-sifat senyawa dapat
dipelajari lebih sistimatik.
e. Jari-jari Atom
Ada
dua cara yang umum untk mendefinisikan jari-jari atom. Pertama jari-jari atom
dapat dinyatakan sebagai setengah jarak antara dua inti atom yang bergabung
dalam ikatan kovalen dalam molekul diatom yaitu disebut jari-jari kovalen rkov.
Kedua jari-jari atom dinyatakan sebagai setengah jarak antara dua inti atom
dari molekul - molekul diatom yang bertetangga, yaitu disebut jari-jari van der
Waals rvdw. Lebih lanjut untuk unsur-unsur logam, adalah dimungkinkan untuk
mengukur jari-jari metalik, rm, yaitu jarak antara dua inti atom bertetangga
dalam logam padat pada temperatur dan tekanan kamar; namun demikian, jarak ini
bergantung pada bilangan koodinasi kisi Kristal logam yang bersangkutan, dan
umumnya semakin besar bilangan koordinasi semakin besar jari-jari metalnya.
F. Energi Ionisasi
Pada
dasarnya energi ionisasi (Ei) didefinisikan sebagai energi yang diperlukan
untuk mengeluarkan elektron dari tiap mol spesies dalam keadaan gas. Energi
untuk mengeluarkan
satu
elektron pertama (dari atom netralnya) disebut sebagai energi ionisasi pertama
dan untuk mengeluarkan satu elektron kedua disebut energi ionisasi kedua,
demikian seterusnya, untuk pengeluaran satu elektron berikutnya.
Yahh, udah diakhir pembahasan ni. Tetap semangat ya
dan pelajari materinya biar gak kesulitan lagi belajar kimianya lagi.
SEE YOUU....
REFERENSI:
Sudaryat,
Y., 2016. Kimia Dasar. Jakarta :
Badan pengembangan dan Pemberdayaan Sumber
Daya Manusia Kesehatan

No comments:
Post a Comment