Sumber Gambar : Warta Ekonomi
1.Jelaskan
mengenai kadar abu, bahaya mie insntan dan berapa jumlah yang baik dalam
mengkonsumsi mie instan ?
Jawaban
:
a. Kadar
abu suatu bahan erat kaitannya dengan kandungan mineral bahan tersebut. Mineral
yang terdapat dalam suatu bahan dapat merupakan dua macam garam, yaitu garam
organik dan garam anorganik. Contoh garam organik yaitu asam mallat, asam
oksalat, asetat, dan pektat. Sedangkan contoh garam anorganik yaitu garam
fosfat, karbonat, klorida, sulfat, dan nitrat. Selain kedua garam tersebut,
mineral dapat juga berbentuk senyawaan komplek yang bersifat organik, sehingga
penentuan jumlah mineral dalam bentuk aslinya sulit dilakukan. Oleh karenanya
biasanya dilakukan dengan menentukan sisa-sisa pembakaran garam mineral dengan
pengabuan. Penentuan konstituen mineral dalam bahan hasil pertanian dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu penentuan abu total dan penentuan individu
komponen.
Tujuan penentuan abu total biasanya
digunakan untuk beberapa hal, yaitu :
·
Menentukan baik tidaknya proses
pengolahan
·
Mengetahui jenis bahan yang digunakan
·
Menentukan parameter nilai gizi bahan
makanan
Tujuan
dilakukannya kadar abu adalah untuk mengetahui kandungan mineral dalam suatu
bahan pangan, untuk mengetahui jenis bahan yang digunakan serta sebagai
parameter penentu nilai gizi dari suatu bahan pangan. Kadar abu berhubungan
erat dengan kandungan mineral yang terdapat pada suatu bahan pangan. Oleh
karena itu, untuk menentukan kadar mineral pada suatu bahan pangan diperlukan
metode pengabuan karena pada dasarnya penentuan jumlah mineral dalam bentuk
asli tidak mudah ditentukan. Kandungan dan komposisi abu sangat tergantung pada
metode pengabuan dan jenis bahan. Metode
pengukuran kadar abu pada penelitian kali ini menggunakan metode pengabuan cara
kering. Untuk mengetahui kadar abu pada tepung terigu dapat dilakukan dengan
cara cawan kosong yang akan digunakan ditimbang terlebih dahulu. Lalu sampel
ditimbang sebanyak 3-5 gram dan dimasukkan kedalam cawan yang sudah diketahui
beratnya tadi. Cawan yang berisi sampel dimasukkan ke dalam furnace selama 1
jam dengan suhu 550- 600°C. Hal tersebut sesuai dengan pendapat James (2010)
yang mengatakan bahwa pengabuan dilakukan didalam tanur dengan suhu ±550°C
selama beberapa jam tergantung dari sampel yang digunakan. Setelah itu, cawan
yang berisi sampel didinginkan selama 70- 90 menit didalam desikator dan
ditimbang hingga bobotnya tetap. Penyimpanan cawan didalam desikator bertujuan
untuk mendapatkan berat yang konstan selama penimbangan serta dapat menurunkan
suhu cawan (Sudarmadji et al., 2006). Kemudian cawan yang berisi sampel
diletakkan diatas hotplate dan dibakar hingga asap pada sampel menghilang. Pengabuan
dilanjutkan ke dalam furnace dengan suhu 550-600°C selama ±3 jam hingga diperoleh
abu berwarna putih keabuan. Lalu cawan yang berisi sampel didinginkan kembali hingga
suhu turun menjadi 100-110°C. Jika cawan yang berisi sampel sudah dingin, diangkat
dan didinginkan kedalam desikator selama 70-90 menit. Tujuan dimasukkannya sampel
yang telah diabukan kedalam desikator adalah untuk menghindari kelembaban yang berasal
dari lingkungan luar. Desikator merupakan wadah yang sudah diberi
bahanhigroskopis seperti silica gel, aluminium oksida, dan kapur aktif.
Desikator sendiri berfungsi untuk menyerap uap air pada abu.. Penggunaan
desikator disebabkan karena bahan yang telah dikeringkan memiliki sifat
higroskopis yang lebih tinggi daripada bahan yang tidak dikeringkan.
a. Dalam
mengkonsumsi mie instan ada baiknya sekitar 3 sampai 4 kali perminggunya tetapi
begitupun lebih bagus dihindari untuk dikonsumsi.
b.
Penyebab mie instan berbahaya sebenarnya
mie instan itu susah dicerna karena
tidak mengandung serat dan mengandung karbohidrat semua sehingga bisa
menyebabkan obesitas kalau ingin menambah nilai gizi dan seratnya makanya
diperlukan tambahan sayuran ketika memasak mie instan. Sebagai tambahan, mie
instan awet dan tahan simpan karena proses pembuatannya, antara lain dengan
cara penggorengan atau deep frying yang membuat kadar air mie instan menjadi
sangat rendah (sekitar 5 persen), sehingga tidak memungkinkan bakteri pembusuk
hidup dan berkembang biak . Proses deep frying tersebut menggunakan minyak
goreng, jadi tidak heran ketika memasak
mie instan terlihat berminyak. Minyak yang muncul itu jelas bukan
berarti mengandung lilin karena lilin
adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat
membusuk. Jika kita membuang air rebusan mie instan maka akan
banyak kandungan vitamin yang terbuang. Dalam kemasan mie instan ada keterangan
apa saja kandungan yang terdapat pada mie instan tersebut, seperti vitamin dan
mineral. Vitamin dan mineral tentu ada yang larut dalam air, jadi sewaktu kita
merebus mie atau memasak mie tentu ada beberapa vitamin dan mineral yang larut
dalam rebusan air mie instan tersebut. Jika air rebusan mie instan di buang,
tentu vitamin dan mineral yang larut dalam air tersebut akan ikut terbuang.
Namun, pilihan tetap dikembalikan pada diri sendiri apakah anda termasuk orang
terbiasa membuang air rebusan mie instan dan menggantinya atau tidak.
2.Larutan
alkali pada mie instan apakah fungsinya dan bisa tidak larutan tersebut diganti
dengan larutan lain?
Jawaban
: Larutan alkali merupakan salah satu bahan yang ditambahkan selama pembuatan
mie instan. Tujuan dari penambahan larutan alkali ini adalah untuk memperkuat
gluten yang terbentuk sehingga adonan yang terbentuk nantinya akan elastis dan
lentur dan memperbaiki kecerahan warna dari pigmen terigu. Menurut Astawan
(2008), semakin banyak larutan alkali yang ditambahkan, semakin kenyal pula
adonan mie yang dihasilkan. Namun kadar penambahan larutan alkali perlu
diperhatikan karena penambahan yang berlebihan akan menimbulkan bau tak sedap
pada produk mie instan. Larutan alkali ini terdiri dari garam, pewarna,
antioksidan, penguat rasa, pengemulsi, pengental dan pengatur keasaman. Larutan
alkali terdiri dari garam, pewarna, antioksidan, penguat rasa, bisa asal
memiliki sifat dan fungsi yang sama ketika digunakan dalam pembuatan mie instan.
3.Pada
bagian efek yang ditimbulkan saat mengkonsumsi mie instan secara berlebihan
akan penyakit yaitu penyakit anemia dan
rambut rontok, saya ingin menanyakan zat apa yang terdapat dalam mie yang dapat
menyebabkan anemia dan rambut rontok tersebut?
Jawaban
:
1.Anemia
Mi
instan kini menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia, baik tua-muda di
desa-kota. Itu dipahami karena cara penyajian mi instan yang praktis, selain
juga rasanya yang gurih. Tapi banyak orang terutama mahasiswa tidak sadar bahwa
banyak mengonsumsi mi instan bisa menyebabkan anemia. Budaya baru orang
Indonesia memakan mi instan sebagai lauk pauk untuk nasi atau pengganti nasi
ini menunjang terjadinya anemia. Mi instan tidak memiliki gizi terutama zat
besi yang banyak terdapat di ikan dan sayuran hijau. Padahal Anemia yang
terjadi pada seseorang ini akan meningkatkan proses penurunan kecerdasan
(retardasi mental) 1,28 kali per penurunan nilai hemoglobin yang terjadi
pada yang bersangkutan.
2.
Rambut mudah rontok.
Mengkonsumsi
mie instan yang berlebihan dapat menyebabkan rambut mudah rontok. Rambut yang
sering rontok bisa mengganggu penampilan dan kepercayaan diri masyarakat.
Rambut rontok ini akibat kekurangan zat
besi. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan mengubah gaya hidup atau pola makan
sehat. Umumnya jika rambut rontok akibat kekurangan zat besi maka bisa diatasi
dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi dengan kandungan zat besi yang
banyak seperti daging terutama hati dan daging merah, oat meal, kacang kedelai
dan sayuran berdaun hijau seperti bayam.Tentunya dampak ini dapat terjadi pada
seseorang jika rutin mengkonsumsi mie instan.oleh karena itu, sebaiknya kita
menghindari mengkonsumsi mie instan yang berlebihan.
Ketika
anak-anak terbiasa makan mie instan. Anak-anak tidak lagi makan sayur dan buah,
hanya makan mi. Asupan makanannya semua karbohidrat. Selain menyebabkan
kemampuan belajar berkurang, konsumsi makanan yang kurang bergizi itu akan
menyebabkan gangguan kesehatan bagi anak kelak, antara lain berupa munculnya
penyakit tidak menular seperti diabetes dan gagal ginjal.
4.Mengapa
mie instan sulit dicerna oleh pencernaan. Zat apa yg menghambat pencernaan mie
instan tersebut?
Jawaban
: Penyebab mie instan berbahaya sebenarnya mie instan itu susah dicerna karena tidak mengandung serat dan
mengandung karbohidrat semua sehingga bisa menyebabkan obesitas kalau ingin
menambah nilai gizi dan seratnya makanya diperlukan tambahan sayuran ketika
memasak mie instan.
5.Apa
penyebab bahaya dari proses memasak mie
instan bersamaan dengan bumbunya?
Jawaban
: Menurut pakar nutrisi Jansen Ongko, MSc, RD menyebutkan bahwa hal tersebut
tidak sepenuhnya benar. Dikatakan MSG jika dimasak di atas suhu 120 derajat
celcius akan berpotensi menjadi karsinogen alias pencetus kanker, padahal titik
didih air hanya 100 derajat celsius, sehingga tidak mungkin memasak mi pada
suhu 120 derajat celcius. Kecuali menggunakan minyak yang titik didihnya
mencapai 200 derajat celcius.
6.
Mengenai berbagai merek mie instan yang dijumpai orang-orang yang mengkonsumsi
mie instan yang berbagai merek baik dari buatan Indonesia maupun buatan negara
lain, apa perbedaan mie instan indonesia dengan negara lain dan mana yang lebih
baik untuk dikonsumsi?
Jawaban
:
Perbedaannya
adalah :
1. Sebutan
Ada
perbedaan sebutan antara mie instan Korea dan Jepang. Korea mengenalnya dengan
istilah "ramyeon". Sedangkan Jepang menyebutnya "ramen".
2. Berat
kemasan
Perbedaan
paling mencolok dari mie asal Korea adalah ukurannya yang besar. Untuk kemasan
plastik, biasanya berat produk sekitar 115-140 gr. Harganya sekitar Rp 15.000 -
Rp 25.000. Sementara produk mie Jepang ada yang ukuran sedang sekitar 85 gr dan
lebih besar sekitar 100-120 gr. Untuk mie Jepang yang banyak di pasaran
harganya sekitar Rp 5.000 - Rp 15.000 seperti produk Nissin Gekikara dan UFO. Produk
mie instan Indonesia beratnya sekitar 70-85 gr. Kecuali mie jumbo dengan ukuran
sekitar 130 gr. Harganya sekitar Rp 2.500 - Rp 5.000.
3. Jenis
Mie
instan Korea kebanyakan berjenis mie kuah. Varian rasanya mengikuti menu
makanan lokal. Seperti rasa kimchi, yukgaejang, jjampong (seafood) dan lainnya.
Ada juga rasa populer seperti keju. Untuk jenis tanpa kuah biasanya seperti mie
rasa chajangmyeon bersaus hitam, bibimyeon, atau buldak (ayam pedas). Produk
Korea juga banyak mengusung citarasa pedas. Mienya pun lebih tebal. Jepang yang
jadi pelopor mie instan juga punya ragam varian. Ada yang berjenis kuah atau
goreng (yakisoba). Untuk mie kuah ada yang bercitarasa miso, shio, kitsune
udon, kari, shoyu, pedas dan masih banyak lagi rasa unik. Sementara mie
gorengnya ada yang diberi tambahan mayonnaise, wasabi mayo, teriyaki dan
lainnya. Mie instan Indonesia punya pilihan kuah dan goreng. Ukuran mienya
cenderung lebih kecil dan tipis dibanding Korea. Dari segi rasa juga beragam.
Mulai dari rasa kari, ayam bawang, soto, iga penyet, rendang, sambal matah, dan
banyak lagi. Kini semakin banyak rasa mie yang disesuaikan dengan makanan
Nusantara.
4. Bumbu
Bumbu
yang dipakai dalam mie disesuikan dengan citarasanya. Biasanya bumbu mie kuah
Korea terdiri dari isian bubuk kaldu dan sayuran kering. Begitu juga dengan mie
rasa keju yang diberi bubuk keju. Untuk mie Indonesia biasanya terdiri dari
bubuk kaldu, minyak dan sayuran kering untuk beberapa produk. Sementara mie
goreng ada tambahan mie goreng, kecap manis, dan saus. Mie Jepang juga memakai
bubuk, minyak, sayuran kering dan mayonaise untuk jenis tertentu.
Sehat
tidaknya mie ramen kembali lagi bergantung pada proses pembuatannya dan
bahan-bahan yang digunakan.
7.
Apakah dalam mie instan ada kandungan zat lilinnya?
Jawaban:
Tidak ada, bahkan kuah rebusan dari mie tersebut mengandung vitamin. Tetapi,
tidak disarankan mengkonsumsi makanan instan seperti mie instan secara berkepanjangan.
8.
Apakah ada manfaat dari mengkonsumsi mie instan?
Jawaban
: Ada, selain harganya yang murah dan mudah ditemukan disetiap warung, toko
atau tempat-tempat lainnya. Mie instan juga bisa digunakan untuk menunda lapar,
sebagai makanan penambah selera dan sebagainya.

No comments:
Post a Comment