Search This Blog

Sunday, September 6, 2020

FAQ MIE INSTAN


                                             Sumber Gambar : Warta Ekonomi

1.Jelaskan mengenai kadar abu, bahaya mie insntan dan berapa jumlah yang baik dalam mengkonsumsi mie instan ?
Jawaban : 
a.       Kadar abu suatu bahan erat kaitannya dengan kandungan mineral bahan tersebut. Mineral yang terdapat dalam suatu bahan dapat merupakan dua macam garam, yaitu garam organik dan garam anorganik. Contoh garam organik yaitu asam mallat, asam oksalat, asetat, dan pektat. Sedangkan contoh garam anorganik yaitu garam fosfat, karbonat, klorida, sulfat, dan nitrat. Selain kedua garam tersebut, mineral dapat juga berbentuk senyawaan komplek yang bersifat organik, sehingga penentuan jumlah mineral dalam bentuk aslinya sulit dilakukan. Oleh karenanya biasanya dilakukan dengan menentukan sisa-sisa pembakaran garam mineral dengan pengabuan. Penentuan konstituen mineral dalam bahan hasil pertanian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penentuan abu total dan penentuan individu komponen.
      Tujuan penentuan abu total biasanya digunakan untuk beberapa hal, yaitu :
·         Menentukan baik tidaknya proses pengolahan
·         Mengetahui jenis bahan yang digunakan
·         Menentukan parameter nilai gizi bahan makanan

Tujuan dilakukannya kadar abu adalah untuk mengetahui kandungan mineral dalam suatu bahan pangan, untuk mengetahui jenis bahan yang digunakan serta sebagai parameter penentu nilai gizi dari suatu bahan pangan. Kadar abu berhubungan erat dengan kandungan mineral yang terdapat pada suatu bahan pangan. Oleh karena itu, untuk menentukan kadar mineral pada suatu bahan pangan diperlukan metode pengabuan karena pada dasarnya penentuan jumlah mineral dalam bentuk asli tidak mudah ditentukan. Kandungan dan komposisi abu sangat tergantung pada metode pengabuan dan jenis bahan.  Metode pengukuran kadar abu pada penelitian kali ini menggunakan metode pengabuan cara kering. Untuk mengetahui kadar abu pada tepung terigu dapat dilakukan dengan cara cawan kosong yang akan digunakan ditimbang terlebih dahulu. Lalu sampel ditimbang sebanyak 3-5 gram dan dimasukkan kedalam cawan yang sudah diketahui beratnya tadi. Cawan yang berisi sampel dimasukkan ke dalam furnace selama 1 jam dengan suhu 550- 600°C. Hal tersebut sesuai dengan pendapat James (2010) yang mengatakan bahwa pengabuan dilakukan didalam tanur dengan suhu ±550°C selama beberapa jam tergantung dari sampel yang digunakan. Setelah itu, cawan yang berisi sampel didinginkan selama 70- 90 menit didalam desikator dan ditimbang hingga bobotnya tetap. Penyimpanan cawan didalam desikator bertujuan untuk mendapatkan berat yang konstan selama penimbangan serta dapat menurunkan suhu cawan (Sudarmadji et al., 2006). Kemudian cawan yang berisi sampel diletakkan diatas hotplate dan dibakar hingga asap pada sampel menghilang. Pengabuan dilanjutkan ke dalam furnace dengan suhu 550-600°C selama ±3 jam hingga diperoleh abu berwarna putih keabuan. Lalu cawan yang berisi sampel didinginkan kembali hingga suhu turun menjadi 100-110°C. Jika cawan yang berisi sampel sudah dingin, diangkat dan didinginkan kedalam desikator selama 70-90 menit. Tujuan dimasukkannya sampel yang telah diabukan kedalam desikator adalah untuk menghindari kelembaban yang berasal dari lingkungan luar. Desikator merupakan wadah yang sudah diberi bahanhigroskopis seperti silica gel, aluminium oksida, dan kapur aktif. Desikator sendiri berfungsi untuk menyerap uap air pada abu.. Penggunaan desikator disebabkan karena bahan yang telah dikeringkan memiliki sifat higroskopis yang lebih tinggi daripada bahan yang tidak dikeringkan.
a.       Dalam mengkonsumsi mie instan ada baiknya sekitar 3 sampai 4 kali perminggunya tetapi begitupun lebih bagus dihindari untuk dikonsumsi.
b.      Penyebab mie instan berbahaya sebenarnya mie instan itu susah  dicerna karena tidak mengandung serat dan mengandung karbohidrat semua sehingga bisa menyebabkan obesitas kalau ingin menambah nilai gizi dan seratnya makanya diperlukan tambahan sayuran ketika memasak mie instan. Sebagai tambahan, mie instan awet dan tahan simpan karena proses pembuatannya, antara lain dengan cara penggorengan atau deep frying yang membuat kadar air mie instan menjadi sangat rendah (sekitar 5 persen), sehingga tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup dan berkembang biak . Proses deep frying tersebut menggunakan minyak goreng, jadi tidak heran ketika memasak  mie instan terlihat berminyak. Minyak yang muncul itu jelas bukan berarti  mengandung lilin karena lilin adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Jika kita membuang air rebusan mie instan maka akan banyak kandungan vitamin yang terbuang. Dalam kemasan mie instan ada keterangan apa saja kandungan yang terdapat pada mie instan tersebut, seperti vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral tentu ada yang larut dalam air, jadi sewaktu kita merebus mie atau memasak mie tentu ada beberapa vitamin dan mineral yang larut dalam rebusan air mie instan tersebut. Jika air rebusan mie instan di buang, tentu vitamin dan mineral yang larut dalam air tersebut akan ikut terbuang. Namun, pilihan tetap dikembalikan pada diri sendiri apakah anda termasuk orang terbiasa membuang air rebusan mie instan dan menggantinya atau tidak.

2.Larutan alkali pada mie instan apakah fungsinya dan bisa tidak larutan tersebut diganti dengan larutan lain?
Jawaban : Larutan alkali merupakan salah satu bahan yang ditambahkan selama pembuatan mie instan. Tujuan dari penambahan larutan alkali ini adalah untuk memperkuat gluten yang terbentuk sehingga adonan yang terbentuk nantinya akan elastis dan lentur dan memperbaiki kecerahan warna dari pigmen terigu. Menurut Astawan (2008), semakin banyak larutan alkali yang ditambahkan, semakin kenyal pula adonan mie yang dihasilkan. Namun kadar penambahan larutan alkali perlu diperhatikan karena penambahan yang berlebihan akan menimbulkan bau tak sedap pada produk mie instan. Larutan alkali ini terdiri dari garam, pewarna, antioksidan, penguat rasa, pengemulsi, pengental dan pengatur keasaman. Larutan alkali terdiri dari garam, pewarna, antioksidan, penguat rasa, bisa asal memiliki sifat dan fungsi yang sama ketika digunakan dalam pembuatan mie instan.

3.Pada bagian efek yang ditimbulkan saat mengkonsumsi mie instan secara berlebihan akan  penyakit yaitu penyakit anemia dan rambut rontok, saya ingin menanyakan zat apa yang terdapat dalam mie yang dapat menyebabkan anemia dan rambut rontok tersebut?
Jawaban :
1.Anemia
Mi instan kini menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia, baik tua-muda di desa-kota. Itu dipahami karena cara penyajian mi instan yang praktis, selain juga rasanya yang gurih. Tapi banyak orang terutama mahasiswa tidak sadar bahwa banyak mengonsumsi mi instan bisa menyebabkan anemia. Budaya baru orang Indonesia memakan mi instan sebagai lauk pauk untuk nasi atau pengganti nasi ini menunjang terjadinya anemia. Mi instan tidak memiliki gizi terutama zat besi yang banyak terdapat di ikan dan sayuran hijau. Padahal Anemia yang terjadi pada seseorang ini akan meningkatkan proses penurunan kecerdasan (retardasi mental) 1,28 kali per penurunan nilai hemoglobin yang terjadi pada  yang bersangkutan.
2. Rambut mudah rontok.
Mengkonsumsi mie instan yang berlebihan dapat menyebabkan rambut mudah rontok. Rambut yang sering rontok bisa mengganggu penampilan dan kepercayaan diri masyarakat. Rambut rontok  ini akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan mengubah gaya hidup atau pola makan sehat. Umumnya jika rambut rontok akibat kekurangan zat besi maka bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi dengan kandungan zat besi yang banyak seperti daging terutama hati dan daging merah, oat meal, kacang kedelai dan sayuran berdaun hijau seperti bayam.Tentunya dampak ini dapat terjadi pada seseorang jika rutin mengkonsumsi mie instan.oleh karena itu, sebaiknya kita menghindari mengkonsumsi mie instan yang berlebihan.
Ketika anak-anak terbiasa makan mie instan. Anak-anak tidak lagi makan sayur dan buah, hanya makan mi. Asupan makanannya semua karbohidrat. Selain menyebabkan kemampuan belajar berkurang, konsumsi makanan yang kurang bergizi itu akan menyebabkan gangguan kesehatan bagi anak kelak, antara lain berupa munculnya penyakit tidak menular seperti diabetes dan gagal ginjal.

4.Mengapa mie instan sulit dicerna oleh pencernaan. Zat apa yg menghambat pencernaan mie instan tersebut?
Jawaban : Penyebab mie instan berbahaya sebenarnya mie instan itu susah  dicerna karena tidak mengandung serat dan mengandung karbohidrat semua sehingga bisa menyebabkan obesitas kalau ingin menambah nilai gizi dan seratnya makanya diperlukan tambahan sayuran ketika memasak mie instan.

5.Apa penyebab bahaya dari proses memasak  mie instan bersamaan dengan bumbunya?
Jawaban : Menurut pakar nutrisi Jansen Ongko, MSc, RD menyebutkan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Dikatakan MSG jika dimasak di atas suhu 120 derajat celcius akan berpotensi menjadi karsinogen alias pencetus kanker, padahal titik didih air hanya 100 derajat celsius, sehingga tidak mungkin memasak mi pada suhu 120 derajat celcius. Kecuali menggunakan minyak yang titik didihnya mencapai 200 derajat celcius.


6. Mengenai berbagai merek mie instan yang dijumpai orang-orang yang mengkonsumsi mie instan yang berbagai merek baik dari buatan Indonesia maupun buatan negara lain, apa perbedaan mie instan indonesia dengan negara lain dan mana yang lebih baik untuk  dikonsumsi?
Jawaban :
Perbedaannya adalah :
1.         Sebutan
Ada perbedaan sebutan antara mie instan Korea dan Jepang. Korea mengenalnya dengan istilah "ramyeon". Sedangkan Jepang menyebutnya "ramen".
2.         Berat kemasan
Perbedaan paling mencolok dari mie asal Korea adalah ukurannya yang besar. Untuk kemasan plastik, biasanya berat produk sekitar 115-140 gr. Harganya sekitar Rp 15.000 - Rp 25.000. Sementara produk mie Jepang ada yang ukuran sedang sekitar 85 gr dan lebih besar sekitar 100-120 gr. Untuk mie Jepang yang banyak di pasaran harganya sekitar Rp 5.000 - Rp 15.000 seperti produk Nissin Gekikara dan UFO. Produk mie instan Indonesia beratnya sekitar 70-85 gr. Kecuali mie jumbo dengan ukuran sekitar 130 gr. Harganya sekitar Rp 2.500 - Rp 5.000.
3.         Jenis
Mie instan Korea kebanyakan berjenis mie kuah. Varian rasanya mengikuti menu makanan lokal. Seperti rasa kimchi, yukgaejang, jjampong (seafood) dan lainnya. Ada juga rasa populer seperti keju. Untuk jenis tanpa kuah biasanya seperti mie rasa chajangmyeon bersaus hitam, bibimyeon, atau buldak (ayam pedas). Produk Korea juga banyak mengusung citarasa pedas. Mienya pun lebih tebal. Jepang yang jadi pelopor mie instan juga punya ragam varian. Ada yang berjenis kuah atau goreng (yakisoba). Untuk mie kuah ada yang bercitarasa miso, shio, kitsune udon, kari, shoyu, pedas dan masih banyak lagi rasa unik. Sementara mie gorengnya ada yang diberi tambahan mayonnaise, wasabi mayo, teriyaki dan lainnya. Mie instan Indonesia punya pilihan kuah dan goreng. Ukuran mienya cenderung lebih kecil dan tipis dibanding Korea. Dari segi rasa juga beragam. Mulai dari rasa kari, ayam bawang, soto, iga penyet, rendang, sambal matah, dan banyak lagi. Kini semakin banyak rasa mie yang disesuaikan dengan makanan Nusantara.
4.         Bumbu
Bumbu yang dipakai dalam mie disesuikan dengan citarasanya. Biasanya bumbu mie kuah Korea terdiri dari isian bubuk kaldu dan sayuran kering. Begitu juga dengan mie rasa keju yang diberi bubuk keju. Untuk mie Indonesia biasanya terdiri dari bubuk kaldu, minyak dan sayuran kering untuk beberapa produk. Sementara mie goreng ada tambahan mie goreng, kecap manis, dan saus. Mie Jepang juga memakai bubuk, minyak, sayuran kering dan mayonaise untuk jenis tertentu.
Sehat tidaknya mie ramen kembali lagi bergantung pada proses pembuatannya dan bahan-bahan yang digunakan.

7. Apakah dalam mie instan ada kandungan zat lilinnya?
Jawaban: Tidak ada, bahkan kuah rebusan dari mie tersebut mengandung vitamin. Tetapi, tidak disarankan mengkonsumsi makanan instan seperti mie instan secara berkepanjangan.

8. Apakah ada manfaat dari mengkonsumsi mie instan?
Jawaban : Ada, selain harganya yang murah dan mudah ditemukan disetiap warung, toko atau tempat-tempat lainnya. Mie instan juga bisa digunakan untuk menunda lapar, sebagai makanan penambah selera dan sebagainya.

No comments:

Post a Comment

Tabel Periodik : Sejarah, Daftar Dobereiner Dan Newlands, Hukum Oktaf Newlands, Daftar Mendeleyev, Nomor Atom Dan Hukum Periodik, Sistem Periodik Modern, dan Klasifikasi Unsur-unsur

  HAI HAI HI , Apa kabar sobat?. Semoga tetap dalam keadaan santuy dan baik-baik ajah ya. Nah, kali ini kita akan membahas materi kimia lagi...