https://radarbekasi.id/2020/04/21/tak-semua-metode-pembelajaran-digunakan/
Pendidikan
adalah proses memajukan dari pola pikir dan tindakan dari seseorang yang bisa
dinilai baik dari secara subjektif dan objektif. Pendidikan juga sebagai proses
memajukan orientasi pengetahuan. Sedangkan
menurut KBBI, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang
atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran
dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik yang biasanya berhubungan
dengan kegiatan akademis.
Didikan
adalah hasil dari proses mendidik tersebut. Pendidik adalah orang atau oknum
yang mendidik. Letak kunci dari pendidikan bukan hanya tergantung pada seorang
pendidik tapi berupa respon, timbal balik (Feedback)
dari orang yang di didik.
Proses
pendidikan itu sudah berlangsung lama sejak zaman sebelum kemerdekaan, sesudah
kemerdekaan dan sampai saat ini. Bergantinya zaman, berganti pula metode
pembelajaran atau kebiasaan dari proses pendidikan tersebut. Pendidikan umum
yang dilakukan disekolah mempertemukan banyak siswa dalam satu kelas dengan
seorang guru. Guru harus bisa memahami berbagai karakteristik dari setiap
muridnya dan tidak terpaku pada seorang saja. Oleh karena itu, ada beberapa
metode pembelajaran yang bisa diperhatikan dari seorang guru untuk mempersiapkan
rencana pembelajaran.
1.Metode
Pembelajaran Ceramah
Metode
ceramah adalah metode pembelajaran yang kebanyakan guru/ pengajar memberikan
arahan dengan lisan dan biasanya dalam waktu yang relatif lama. Metode ceramah
ini tidak terlalu memadai dalam proses pembelajaran terkecuali untuk siswa yang
memiliki kemampuan belajar melalui audio (mendengar). Siswa umumnya diminta
untuk menangkap penjelasan dengan waktu yang tidak terlalu efektif dan juga
membuat siswa merasa bosan (mengantuk).
Kelebihan
dari metode ini terkait pada nilai positif bagi penyuka belajar melalui audio, siswa
juga bisa diarahkan langsung dengan lisan dan mudah untuk dilaksanakan.
2.
Metode Pembelajaran Diskusi
Metode
pembelajaran diskusi menggunakan forum atau grup untuk proses pembelajaran bisa
dilaksanakan. Berdiskusi bisa melalui dua sudut pandang yaitu siswa dan guru. Kelebihannya
adalah mudahnya untuk saling bertukar pikiran dan mencari jalan keluar dari
setiap permasalahan atau kendala dalam pokok bahasan tertentu. Kekuranganya terletak
pada siswa yang memiliki masalah atas kurang percaya diri berbicara didepan
kelas bisa menjadi sebuah problem.
3.
Metode Pembelajaran Demonstrasi
Sebuah
metode yang melibatkan seorang guru untuk memperagakan atau mempraktekkan
sebuah kejadian yang berkaitan dengan materi yang dibahas. Dengan adanya metode
pembelajaran ini, memungkinkan untuk siswa terarahkan dan mudah mengerti. Kelemahannya
adalah fokus yang mudah terbagi.
4.
Metode Pembelajaran yang menggunakan lebih dari satu metode pembelajaran
Metode
pembelajaran yang dimaksud dalam hal ini adalah sebuah metode yang mencampurkan
beberapa metode dengan harapan proses pembelajaran lebih baik dari yang hanya
menggunakan satu jenis metode pembelajaran. Contohnya menggunakan metode
diskusi,latihan dilanjut dengan tanya jawab. Metode tersebut bisa digunakan secara maksimal
dalam mencapai setiap indikator pembelajaran. Begitu juga metode ceramah,
diskusi, latihan dan tanya jawab. Akan lebih baik lagi, jika setiap metode
pembelajaran bisa dikoordinasikan semaksimal mungkin.
5.
Metode Pembelajaran Resitasi
Metode
yang menuntun siswa untuk membuat hasil ulasan materinya sendiri/ resume. Siswa
akan merasa tertantang, berani dan berinovasi dalam memberikan hasil terbaik
mereka untuk diserahkan kepada seorang guru. Tetapi, tidak menutup kemungkinan
bahwa akan ada kesulitan dalam proses menilai. Apabila ditemukan peserta didik
yang memiliki hasil resume yang sama karena menyontek.
6.
Metode Eksperimen/ Percobaan
Eksperimen
atau percobaan ini sudah pasti akan dilakukan dalam mengasah kemampuan
kognitif, afektif dan psikomotorik dalam mata pelajaran yang berhubungan dengan
percobaan. Seperti ilmu pengetahuan alam, teknologi dan lainnya. Dengan adanya
metode ini, diharapkan untuk siswa mengembangkan dirinya dalam memperluas
wawasannya . siswa dibiarkan merasakan atmosfer dalam melaksakan percobaan
untuk sebuah hasil teori dan praktik yang selaras.
7. Metode Pembelajaran Karya Wisata (Out Door)
Biasanya
proses pembelajaran itu berlangsung disebuah ruangan yang disebut dengan kelas.
Tetapi dalam proses pembelajaran menggunakan metode ini, dilakukan diluar kelas
bahkan diluar lingkungan sekolah. Contohnya :kekebun binatang untuk melihat
ciri fisik dari setiap hewan yang ada secara nyata.
Metode
ini memiliki kelebihan yang dapat mempermudah siswa untuk menilai sesuatu
secara real bukan sekedar imajinasi, meningkatkan kreativitas siswa, dan
mengurangi kebosanan siswa ketika hanya belajar didalam kelas. Tetapi kesulitan
dalam metode ini lebih terletak pada guru yang memegang kendali karena belum
tentu bisa mengatur siswa untuk tetap fokus pada tujuan utama proses belajar
diluar ruangan dan siswa juga akan terbagi fokusnya. ‘
8.
Metode Inquiry
Metode
ini biasanya dilakukan dengan pusat subjek pembelajaran adalah seorang siswa.
Guru hanya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Metode ini menambah
nilai keuntungan yang praktis. Seorang siswa akan merasakan proses dari
pencapaian suatu materi dan akan merasakan hal yang berbeda jika hanya
mendapatkan sumber belajar dari seorang guru.
9.
Metode Discovery
Metode
ini umumnya digunakan untuk melatih kemampuan berfikir kritis dan analitis
siswa. siswa diminta untuk mencari sendiri materinya, memelakukan sebuah resume
dan bertujuan untuk kreativitas seorang siswa.
Diatas
merupakan beberapa metode pembelajaran yang paling sering digunakan ketika
proses pembelajaran berlangsung. Tentunya, masih banyak lagi metode
pembelajaran yang bisa dicari melalui referensi lainnya. Semua metode
pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Disitulah peran seorang guru untuk memahami
segala karakteristik dari siswa yang diajarnya.

No comments:
Post a Comment