Search This Blog

Friday, September 4, 2020

Mahasiswa Sebagai Mobilitator Dan Edukator Dalam Lingkungan Masyarakat Guna Antisipasi Covid-19



                                         Sumber Gambar : TELAAH.id



Dunia sedang digemparkan oleh pandemi  Covid-19 tak terkecuali Indonesia. Virus corona adalah virus yang tidak tampak dimata tetapi sangat bermain cantik. Ia bisa merenggut setiap pasokan oksigen dari para korban terdampak virus ini. Tentunya, kejadian ini menggemparkan masyarakat Indonesia bak tersambar petir seluruh kegiatan baik sosial, pendidikan, ekonomi bahkan sistem peribadahan berubah drastis.
 Sulitnya kehidupan masyarakat di Indonesia membuat banyak masyarakat yang tidak mampu berjuang hidup menangisi keadaan dan menahan kelaparan. Keadaan perekonomian yang masih banyak dikalangan menengah kebawah membuat masyarakat terus bekerja diluar ruangan untuk mencari nafkah. Tentunya kehidupan masyarakat diperkotaan dan dipedesaan jauh berbeda bukan hanya dari segi lingkungan, segi pekerjaan bahkan segi pengetahuan mengenai virus ini. 
Kebutuhan dan penyebaran informasi mengenai pandemi Covid-19 berbeda-beda yang dipengaruhi oleh proses penyampaian informasi baik secara lisan maupun tulisan. Dengan adanya televisi, diharapkan mampu menyalurkan informasi atau perkembangan mengenai covid-19 ini tetapi itu tidak menjamin bahwa seluruh kalangan masyarakat akan menonton atau menyaksikan acara di TV karena sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia umumnya lebih suka melihat tontonan yang tidak beredukatif dibandingkan yang beredukatif.
Perlunya orang ketiga atau peran orang lain untuk memberikan informasi valid dari WHO atau Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai penyalur, penggerak bahkan pengedukasi kepada masyarakat dari segala umur dan segala jenjang.
Peran orang lain atau orang ketiga bisa dimaksud sebagai tongkat estafet penyaluran informasi dari pemerintah kepada masyarakat. Mahasiswa bisa menjadi tongkat estafet bagi masyarakat untuk tetap berjalan bahkan berlari dalam arus covid-19.  Sebelum kita mengulas mengenai mahasiswa, perlu diketahui menurut KBBI, mahasiswa adalah orang yang belajar diperguruan tinggi, secara administrasi mereka terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi. 
Orientasi dari pengertian mahasiswa tidak hanya tercakup pada definisi tersebut. Mahasiswa yang secara harfiah terdiri dari kata “ maha” yang berarti yang sudah dianggap lebih besar, lebih luas dan lebih mendalam mengenai pengalaman dan pengetahuan dibandingkan siswa tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa siswa bisa saja memiliki pengetahuan yang luas dibandingkan mahasiswa. Kedisplinan, kemandirian, ketaatan dan keuletan mahasiswa harus terlatih selama masa menempuh pendidikan diperguruan tinggi dengan harapan setelah lulus bisa menjadi generasi penerus bangsa dan saat ini sering disebutkan sebagai generasi emas. Mahasiswa yang merupakan pemuda dan pemudi harus bekerja keras sekuat dan profesional dalam menjalani tantangan arus bahkan pola perubahan pendidikan pada kondisi atau situasi apapun.
 Ir.Soekarno pernah mengemukakan kata-kata yang sangat berharga yaitu “ Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.  Dari pepatah tersebut, mahasiswa sebagai pemuda Indonesia bisa mengambil kutipan hidup yang berharga lebih dari harga berlian. Mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) bisa menjadi teladan bagi orang disekitar lingkungan tempat tinggal, lingkungan kampus, bahkan lingkungan masyarakat sekalipun.
 Bayangkan 10 pemuda saja bisa mengguncangkan dunia, apalagi jika seluruh pemuda atau pemudi Indonesia bersatu dalam kebaikan, bersatu dalam memajukan pendidikan dan kesadaran bangsa Indonesia akan terciptalah NKRI yang maju dan selangkah lebih dekat dengan kemajuan bangsa yang nantinya akan terdampak pada aspek lainnya.
Pandemi ini menyebabkan segala aspek dalam kehidupan manusia berubah sangat signfikan dan sangat tidak dinamis. Khususnya di Indonesia, pemerintah  mengeluarkan kebijakan stay at home, social and physical distancing yang telah berlangsung selama kurun waktu ± 3 bulan dan saat ini akibat respon realistis keadaan perekonomian di Indonesia saat PSBB telah melahirkan kebijakan baru yaitu new normal. New Normal adalah suatu kondisi yang harus dijalani dan masyarakat Indonesia diharapkan bisa beradaptasi dengan  keadaan tanpa melanggar aturan atau protol kesehatan dari pemerintah. Kebijakan New Normal ini dikeluarkan dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020 tanggal 15 Mei 2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal.
Besar harapan bangsa Indonesia agar berjalannya kebijakan baru ini tanpa harus melahirkan korban-korban baru. Satu - kesatuan antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan tenaga medis sangat dibutuhkan. Mahasiswa sebagai cerminan keadaan masa depan suatu bangsa sangat diperlukan perannya. Mahasiswa yang dianggap sebagai kaum intelektual yang memiliki kemampuan dalam menganalisa dan segi kognitif yang sangat luas diharapkan memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat. Mahasiswa bisa menjadi edukator yang memberikan informasi yang akurat bukan hoax, membimbing masyarakat dan membangun kedasaran masyarakat tanpa harus menggurui.
        Dengan banyaknya beredar teori-teori konspirasi, munculnya hoax yang menimbulkan kepanikan dalam ruang lingkup masyarakat perlu ditolerir oleh mahasiswa. Masyarakat bukan hanya orang tua bahkan para remaja, anak-anak atau seluruh manusia yang mendiami dan bertempat tinggal di Indonesia adalah masyarakat. Mahasiswa bisa mengarahkan dan mengedukasi tetapi memiliki dasar bukan sembarang mengedukasi haruslah membaca artikel, jurnal bahkan harus mengikuti seminar-seminar online mengenai Covid-19. Kegiatan relawan atau volunteer banyak dibutuhkan saat pandemi ini, kita sebagai mahasiswa bisa mengikuti kegiatan tersebut agar berkumpul dan berkomunikasi bersama orang-orang yang memiliki pengetahuan yang lebih mengenai virus ini sehingga kita bisa mengedukasi dan mengarahkan masyarakat yang sesuai dan berdasarkan fakta bukan ilusi walaupun berlangsung dalam jaringan.       
         Mahasiswa bisa memulai mengedukasi dari sosial media yang dimiliki seperti Instagram, Whatsaap, Telegram dan lain-lain. Dampaknya  tidak bisa kita rasakan langsung tetapi percayalah bahwa hanya sekedar mengedukasi melalui postingan akan ada yang terketuk hati dan pikirannya. Selain mengedukasi dari sosial media yang dimiliki, para mahasiswa juga bisa mengedukasi dimulai dari lingkungan tempat tinggal atau kost dengan memberikan pengertian sebijak mungkin tanpa membuat kepanikan. Sebagai contoh, seperti yang telah dialami bahkan masih saja terjadi mengenai informasi palsu mengenai pengobatan bahkan penyembuhan Covid-19 yang bisa disembuhkan dengan hanya meminum air hangat atau teh  dengan lemon, berjemur dibawah sinar matahari bisa mematikan virus ini, bahkan menggunakan bawang putih untuk mencegah virus ini. Informasi-informasi tersebut adalah palsu (hoax) dan telah tersebar secara berantai baik dari sosial media bahkan lisan.
          
Oleh karena itu, peran mahasiswa dibutuhkan untuk memberi informasi fakta berdasarkan jurnal yang sudah valid atau dari pemerintah bukan berdasarkan dugaan atau hipotesis.  Kita sebagai mahasiswa bisa melakukan edukasi dan mobilisasi dari hal-hal kecil baru berkembang menuju hal yang lebih luas lagi dan tentunya harus bersabar jika ada respon negatif dari masyarakat. Ingat kembali tujuan utama kita untuk menyadarkan masyarakat secara ikhlas dengan harapan membantu pemerintah dalam mencegah perpanjangan korban Covid-19 dan berakhirnya pandemi ini.


No comments:

Post a Comment

Tabel Periodik : Sejarah, Daftar Dobereiner Dan Newlands, Hukum Oktaf Newlands, Daftar Mendeleyev, Nomor Atom Dan Hukum Periodik, Sistem Periodik Modern, dan Klasifikasi Unsur-unsur

  HAI HAI HI , Apa kabar sobat?. Semoga tetap dalam keadaan santuy dan baik-baik ajah ya. Nah, kali ini kita akan membahas materi kimia lagi...