Search This Blog

Sunday, September 13, 2020

OPINI- BANYAK BERBICARA VS PANDAI BERBICARA

 

 

                                                                 Sumber gambar : Viva.co.id

Berbicara adalah suatu hal yang menjadi kebutuhan dan kebiasaan bagi seluruh manusia. Perantara menggunakan indera manusia yaitu mulut dan bagian didalamnya , manusia bisa berbicara dengan mengeluarkan suara yang khas dan bunyi-bunyi dari bahasa.

Bahasa dipastikan sebagai sebuah media berkomunikasi. Bahasa sebagai alat komunikasi berimplikasi bahwa kemahiran berbicara menjadi tolok ukur seseorang dalam berkomunikasi. Kerangka berpikir ditunjukkan melalui keruntutan bunyi-bunyi tuturan artikulasi ketika berbicara maupun memberikan respon atas pembicaraan orang lain.

Berbicara sebagai kegiatan komunikasi melibatkan sebuah proses berbicara silih berganti antara pembicara dan lawan bicara. Artinya berbicara terjadi saling berbalas gantian berbicara. Pada saat pembicara mengeluarkan tuturan, pendengar berperan sebagai pendengar, dan sebaliknya pada saat pendengar mengambil alih kegiatan berbicara, pembicara sebelumnya berubah fungsi menjadi penyimak.

Tujuan dari manusia berbicara melalui sebuah bahasa bukan hanya untuk berkomunikasi tetapi bisa juga mempengaruhi, membujuk, memberikan info, menghibur dan lain-lainnya. Semua manusia yang tidak memiliki kelainan dalam berbicara bisa menimbulkan dua jenis tipe.

Banyak berbicara dan pandai berbicara. Pandai berbicara bisa disebutkan layaknya Public Speaker seperti motivator, inspirator, dan lainnya. Berbicara berdasarkan fakta, secara objektif, pengalaman, dan berbicara dengan menggunakan sumber. Ucapan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Berdasarkan beberapa jawaban dari responden mengenai perbedaan kedua defini diatas. Semuanya memiliki kesamaan pendapat dan mengarah pada satu definisi.  Banyak berbicara diartikan sebagai seseorang yang banyak ngomong/ bicara tanpa tau dasar, bukti, fakta, kebanyakan bersifat sok tau akan segala hal, arah dan hasil pembicaraan yang meragukan.

Sesungguhnya, manusia bisa menjadi kedua bagian tersebut tergantung dalam situasi dan kondisi apapun. Ada baiknya manusia menjaga lisannya dan berbicara sesuai fakta. Karena segala hal yang kita perbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan di kedepannya.

 

Sumber Referensi:

 Setyonegoro, A. (2013). Hakikat, alasan, dan tujuan berbicara (dasar pembangun kemampuan berbicara mahasiswa). Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra2(2).


No comments:

Post a Comment

Tabel Periodik : Sejarah, Daftar Dobereiner Dan Newlands, Hukum Oktaf Newlands, Daftar Mendeleyev, Nomor Atom Dan Hukum Periodik, Sistem Periodik Modern, dan Klasifikasi Unsur-unsur

  HAI HAI HI , Apa kabar sobat?. Semoga tetap dalam keadaan santuy dan baik-baik ajah ya. Nah, kali ini kita akan membahas materi kimia lagi...