Sumber gambar : wikiwand.com
ALKANA
Sifat penting dari
hidrokarbon alkana ialah hanya terdapat ikatan kovalen tunggal. Dalam senyawa
ini,ikatan-ikatannya dikatakan jenuh,alkana dikenal sebagai hidrokarbon jenuh.
Kerumitan alkana dimulai dari metana,CH4 (menyusun lebih dari 90%
dari gas alam),sampai kemolekul yang terdiri dari 50 atom karbon (terdapat
dalam minyak bumi). Setiap alkana berbeda dari yang lainnya berdasarkan gugus
metilena,-CH2. Perbedaan unit ini secara tetap membentuk suatu deret homolog
(homologues series). Anggota-anggota dari seri ini mempunyai sifat kimia dan
fisik yang hanpir sama.
|
Keluarga Isomer Titik DidihoC Keluarga Isomer Titik Didih oC |
|
Butana n-butana -0,5 Heksana n-heksana 68,7
Iso butana
-11,7 3-metil
pentana 63,3 Pentana
n-pentana
36,1 isoheksana 60,3
Isopentana 27,9 2,3-dimetil
butana 58,0
2,2-dimeti propana 9,5 2,2-dimetil
butana 49,7
(neopentana) (neoheksana) |
Tabel ini menunjukkan bahwa makin bercabang
rantai karbon,makin rendah titik didihnya.
A.Konformasi
Salah satu jenis gerakan pada
molekul alkana dapat digambarkan oleh model bola dan tongkat. Gerakan ini
adalah adanya gerakan putaran salah satu gugus terhadap gugus lainnya. Pada
salah satu konfigurasi-konfigurasi tersebut,jika dilihat dari salah satu ujung
ikatan C-C,satu gugus ikatan C-H terdapat tepat dibelakang gugusyang terletak
didepan. Strukur demikian disebut konformasi tindih (eclipsed conformation).pada
komformasi ini,jarak antara atom H dan C disebelahnya adalah yang paling
minimum,sehingga gaya tolak menolak diantara H maksimum. Pada konformasi
silang,atom-atom hidrogen berjarak maksimum. Pada suhu kamar energi panas
(termal) dari molekul etana cukup kuat untuk melakukan putaran bebas kedua
gugus metil tersebut pada ikatan C-Cnya. Namun,pada suhu yang rendah,kebanyakan
molekul etana terdapat pada konformasi silang. Keadaan ini serupa juga terdapat
pada alkana yang lebih tinggi.
a.Putaran pada ikatan C-C
b.Konformasi-konformasi C2H6
yang digambarkan dalam proyeksi Newman,yaitu dilihat
dari satu ujung ikatan C-C
Struktur cincin. Alkana dalam
bentuk rantai mempunyai rumus CnH2n+2 dan dinamakan
alifatik. Alkana juga dapat berbentuk cincin atau siklik yang dinamakan
struktur alisiklik,cincin-cincin ini dapat digambarkan sebagai hasil
penggabungan kedua ujung rantai alifatik dengan melepaskan masing-masing satu
atom hidrogen dari ujungnya. Senyawa alisiklik sederhana mempunyai rumus CnH2n
.
Dengan model bola dan tongkat
dapat terlihat adanya dua kemungkinan konformasi sikloheksana,yaitu konformasi
perahu dan kursi yang diilustrasikan.
Pada gambar ini,dapat
menunjukkan bahwa atom-atom H pada atom C pertama dan keempat dalam bentuk
perahu sangat berdekatan sehingga terjadi tolak menolak. Pada bentuk
kursi,semua atom H berkonformasi silang. Model ini juga dapat menunjukkan bahwa dari kedua belas atom H,6 diantaranya
menjulur keluar dari cincin sehingga dinamakan atom H Ekuatorial.
B.Pembuatan Alkana
Sumber utama alkana
ialah minyak bumi,tetapi ada juga cara-cara laboratorium yang dapat
menghasilkannya. Beberapa diantaranya menggunakan bahan-bahan organik.
Hidrokarbon tak jenuh yaitu yang mengandung ikatan ganda dua atau ganda tiga
dapat diubah menjadi hidrokarbon jenuh dengan jalan menambahkan hidrogen pada
sistem ikatan ganda tersebut dengan bantuan katalis logam. Dalam reaksi
Wurtz,hidrokarbon berhalogen dapat direaksikan dengan logam alkali untuk
menghasilkan alkana dengan kadar karbon dua kali lebih banyak. Garam-garam
logam alkali dari asam karboksilat dapat digabungkan dengan hidroksida alkali.
Disini,hidrkarbon yang diperoleh mengandung satu atom karbon yang lebih sedikit
dibandingkan dengan asam asalnya.
Reaksi -reaksi organik umumnya digambarkan agak
berbeda dengan reaksi anorganik. Seringkali hanya pereaksi organik yang
dituliskan dibagian kiri. Pereaksi organik dan keadaan reaksi dan kadang-kadang
bahkan pereaksi organik dituliskan diatas tanda panah. Hanya hasil yang penting
yang ditulis disebelah kanan. Hasil samping yang banyak dari reaksi organik
seringkali tidak ditulis.
C.Reaksi-reaksi subsitusi
Hidrokarbon jenuh mempunyai
afinitas kecil terhadap pereaksi kimia. Karena itu,mereka dikenal sebagai
hidrokarbon parafin (Latin;parum =kecil,affnis = reaktivitas).. hidrokarbon
parafin tak larut dalam air dan tak bereaksi dengan larutan asam,basa atau
pengoksidasi. Halogen secara lambat bereaksi dengan alkana pada suhu
kamar,tetapi pada suhu tinggi,umumnya dengan bantuan cahaya,terjadi
penghalogenan (halogenasi). Pada reaksi ini,sebuah atom halogen menggantikan
sebuah atom H. Mekanisme reaksi substitusi berlangsung melalui reaksi inti.
Polihalogenasi dapat pula
terjadi yang menghasilkan CH2Cl2 yang diklorometana atau metilena diklorida
(pelarut);CHCl3,triklorometana atau kloroform (pelarut,anestetik);dan
CCl4.tetraklorometana atau karbon tetraklorida (pelarut,pemadam api,bahan cuci
kering).
Oksidasi adalah reaksi
hidrokarbon yang paling penting dalam fungsinya sebagai bahan bakar. Misalnya :
C7H16 (c) +11O2(
g) 7CO2 (g) + 8H2O(c) ΔH=
-4812 KJ/mol
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi,S.,Petrucci,R.H.,1987.
Kimia Dasar. Bogor :Erlangga

No comments:
Post a Comment